Beranda Kehutanan Selama 2017, Luas Karhutla Turun Drastis

Selama 2017, Luas Karhutla Turun Drastis

78
BERBAGI
Luas kebakaran lahan dan hutan turun drastis/ist

Agrofarm.co.id-Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2017 menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data citra satelit LANDSAT 8 dan HS Terra Aqua menunjukkan bahwa sampai 5 Oktober 2017, luas karhutla di seluruh wilayah Indonesia sekitar 124.743 hektare (ha). Sementara pada tahun 2016 luas areal kebakaran sekitar 438.363 ha, dan pada tahun 2015 mencapai 2.611.411 ha.

Berangkat dari pengalaman karhutla di tahun 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan karhutla. KLHK menginisiasi pembuatan Bangunan Fisik Tata Air berupa sekat kanal, embung dan sumur bor sejak tahun 2015. Saat ini telah terbangun sekat kanal sebanyak 15.636 unit, embung 2.581 unit dan sumur bor 1.527 unit. Banyak lembaga pemerintah dan swasta yang turut serta dalam pembuatan Bangunan tersebut.

Selain itu,KLHK juga mendirikan Posko Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan di kawasan Kantor KLHK yang beroperasi 24 jam. Brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan Kementerian LHK Manggala Agni juga rutin melaksanakan patroli dan pemadaman karhutla di lapangan.

Manggala Agni melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Selatan, petugas posko patroli terpadu yang terdiri dari Manggala Agni Daops Banjar, TNI, dan Polri menemukan titik api seluas 5 ha di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Petugas langsung melakukan pemadaman awal dengan menggunakan pompa punggung, sebelum datang bantuan tenaga dan alat dari Daops Banjar.

Di tempat lain, petugas patroli terpadu berhasil memadamkan api seluas 3 Ha setelah berjibaku menghadapi si jago merah selama 2 jam di Desa Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, petugas patroli terpadu menemukan kebakaran hutan dan lahan di 2 lokasi yaitu Desa Tumbang Tarusan dan Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Tewang Sangalang Garing ini terjadi pada tengah hari dengan jenis kebakaran permukaan seluas 2 Ha. Menurut pantauan petugas di lapangan kemungkinan lahan yang terbakar akan dijadikan lahan pertanian karena bahan bakaran yang tersedia adalah pohon dan semak yang telah di tebas.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan mengatakan, petugas patroli terpadu bisa menjadi garda terdepan dalam mencegah api agar tidak meluas.

“Petugas patroli akan segera melakukan pemadaman dini jika menemukan kejadian kebakaran karena mereka terjun langsung ke tapak dan sudah dibekali diri dengan alat pemadam ringan berupa pompa punggung yang berfungsi untuk pemadaman awal,” jelas Raffles dalam keterangan resminya, Kamis (04/10/2017).

Hasil pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK berdasarkan satelit NOAA tanggal 4 Oktober pukul 20.00 WIB terdapat 3 hotspot di seluruh wilayah Indonesia, yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan berdasarkan TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80% terdapat 5 hotspot, yaitu di Provinsi Papua, Maluku, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.

Hingga Kamis (04/10/2017) menurut pantauan dari Satelit NOAA terdapat jumlah hotspot sebanyak 2.336 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, jumlah hotspot tercatat sebanyak 3.476 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.140 titik atau 32,79%.

Sementara, satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat terdapat 1.789 hotspot. Jumlah ini menurun sebanyak 1.743 titik (49,34%), jika dibandingkan dengan tahun 2016 pada periode yang sama, yaitu sebanyak 3532 titik. Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here