Beranda Industri & Keuangan Sektor ILMATE Dipacu Agar Kontribusi Manufaktur 30 Persen

Sektor ILMATE Dipacu Agar Kontribusi Manufaktur 30 Persen

150
BERBAGI
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menjawab pertanyaan dari peserta pada diskusi dengan Forwin di Jakarta/hms

Agrofarm.co.id-Kementerian Perindustrian memacu kinerja industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) agar memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor manufakur dan ekonomi nasional. Pada tahun 2016, sektor ILMATE tumbuh hingga 3,87 persen dengan menyumbangkan sekitar 4,93 persen terhadap total PDB nasional.

“Share industri manufaktur harus terus ditingkatkan karena selama ini menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi. Targetnya dapat mencapai 30 persen. Saat ini, baru sekitar 18 persen, masih butuh 12 persen lagi. Untuk itu, kami akan mendorong melalui tiga kelompok industri, yakni logam, kimia dan agro,” kata Dirjen ILMATE Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Jumat (26/5/2017)

Dua subsektor ILMATE, merupakan kontributor terbesar terhadap PDB sektor industri non-migas tahun 2016, yaitu industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 10,71 persen, serta industri alat angkutan 10,47 persen. Sedangkan, kontribusi industri logam dasar di kisaran 3,96 persen, serta industri mesin dan perlengkapan 1 ,78 persen.

“Sekarang kami fokus mendongkrak kinerja industri logam dasar berbasis mineral, yang meliputi besi baja, aluminium, tembaga dan nikel,” ujar Putu. Apalagi logam dasar sebagai bahan baku pokok produksi di sektor industri lainnya serta menunjang pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dijalankan pemerintah. “Jadi, peluangnya masih sangat besar, terutama adanya pelarangan ekspor minerba melalui Undang-Undang dan kebutuhan baja yang tinggi di dalam berbagai proyek,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Kemenperin mendorong hilirisasi keempat logam mineral tersebut karena mempunyai efek berganda bagi perekonomian Indonesia melalui investasi dan peningkatan nilai tambah. “Untuk menumbuhkan investasi industri smelter, kami telah menyusun rekomendasi kebijakan insentif, seperti kemudahan memperoleh fasilitas tax holiday dan tax allowance,” tuturnya.

Lebih lanjut, Putu menyatakan, pihaknya juga fokus melakukan pengembangan industri elektronika dan telematika pada penumbuhan industri komponen, telepon selular, serta perangkat lunak dan konten multimedia. “Strategi yang kami laksanakan, antara lain menerapkan aturan SNI, TKDN, dan kontrol IMEI,” sebutnya.

Untuk pengembangan industri permesinan dan alat mesin pertanian, Kemenperin fokus pada industri pembangkit energi, industri alat berat, industri barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri, serta industri alat kesehatan. “Industri alsintan dan alat kesehatan, diusulkan mendapatkan pembiayaan ekspor melalui program penugasan khusus ekspor sebesar Rp150 miliar untuk tahun 2017,” ungkapnya.

Selanjutnya, pengembangan industri kendaraan bermotor dengan fokus pada komponen otomotif, penggerak mula (engine) BBM, gas dan listrik, perangkat transmisi (power train), serta alat berat. Pada industri kedirgantaraan meliputi pengembangan pesawat terbang propeler, komponen pesawat, dan perawatan pesawat. Industri perkapalan, yakni kapal laut, komponen kapal (mekanikal dan elektronik), serta perawatan kapal. Sedangkan untuk industri kereta api, kereta diesel dan listrik. irsa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here