Beranda Inspirasi Sejuk Aroma Pinus di Pasir Langlang Panyawangan

Sejuk Aroma Pinus di Pasir Langlang Panyawangan

BERBAGI
Hutan Pinus Pasir Langlang Panyawangan/hms

Agrofarm.co.id-BELUM banyak yang mengetahui keberadaan Hutan Pinus Pasir Langlang Panyawangan. Padahal destinasi wisata yang satu ini menawarkan keindahan yang boleh dibilang antimainstream. Pasalnya, di sini pengunjung bisa menghirup oksigen beraroma pinus yang sangat menyegarkan.

Berlokasi di ujung aspal Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiara Pedes, wisata alam Pasir Langlang Panyawangan menawarkan keasrian hutan pinus yang berderet tinggi menjulang. Keberadaan destinasi wisata yang satu ini memang belum setenar Situ Wanayasa yang lokasinya berdekatan, namun dari hari ke hari nama Pasir Panyawangan semakin dikenal, khususnya bagi mereka kaum muda Purwakarta yang gemar berpetualang dan mencari suasana asri dan sejuk.

Bagi yang baru pertama kali mengunjunginya, dijamin rasa takjub akan anugerah Tuhan langsung menyeruak. Betapa tidak, saat menempuh perjalanan, di kanan dan kiri terdapat permukiman warga layaknya perkampungan pada umumnya. Namun begitu sampai di ujung aspal dan memasuki kawasan Pasir Langlang Panyawangan, kita seolah berada di alam yang beda.

Indahnya pohon pinus dan udara segar menghadirkan kesan yang berbeda. Terlebih bila kita datang di pagi hari, hawa sejuk dan tebalnya kabut seolah menghadirkan aura mistis namun positif. Dijamin tarikan nafas panjang plus senyum simpul lekas tergambar di wajah mereka yang baru pertama kali melihatnya.

Di waktu tertentu, pengunjung yang beruntung bisa melihat kehebatan dan kelincahan para pesepeda yang tengah menjajal trek down hill yang dikelola komunitas Rodeos. Ya, kontur hutan pinus yang berupa tebing dijadikan trek ideal bagi para pesepeda down hill dan memberikan atraksi tersendiri bagi para pengunjung di Pasir Langlang Panyawangan.

Selain Pasir Langlang Panyawangan, destinasi antimainstream lainnya yang menawarkan udara sejuk adalah Lembah Panenjoan yang berlokasi di Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong. Keberadaan jembatan bambu sepanjang 100 meter di atas lembah menambah daya tarik karena para pengunjung secara bergantian bisa berswafoto (selfie) atau wefie ria dengan latar belakang yang menakjubkan.

Jembatan selfie yang terbuat dari bambu dan kayu sepanjang 100 meter dengan ketinggian maksimal 150 meter dari dasar Lembah Panenjoan, menjadi favorit para pengunjung. Coba datang di saat libur akhir pekan, boleh jadi ribuan pengunjung saling berebut berfoto ria di atas jembatan tersebut.

Udaranya segar dan asri, tapi yang paling juara adalah pemandangan alam perkebunan teh yang memesona. Kabut tebal yang menyelimuti areal Lembah Panenjoan pun seolah memberikan efek spesial yang menambah dramatis suasana.

Pengelola Obyek Wisata Jembatan Lembah Panenjoan /hms

Pengelola Obyek Wisata Jembatan Lembah Panenjoan Dian mengatakan, untuk dapat berselfie ria di atas jembatan dengan ketinggian 150 meter dari dasar lembah tersebut, para pengunjung harus saling bergantian karena membeludaknya para pengunjung di hari libur.

Dengan membayar tiket masuk Rp3 ribu per orang para pengunjung bisa menikmati pemandangan lembah di atas jembatan. Pengunjung yang datang pun tidak hanya berasal dari Purwakarta saja, melainkan juga dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan ada pula yang berasal dari luar Jawa.(adv)