Beranda Pertanian Pupuk Kunci Peningkatan Produksi Beras dan Jagung

Pupuk Kunci Peningkatan Produksi Beras dan Jagung

84
BERBAGI
Seminar dengan tema“Kinerja Kedaulatan Pangan dan Pemupukan Nasional” di Hotel Santika Premiere Jakarta/ist

Agrofarm.co.id-Ketersediaan dan dan penggunaan pupuk secara berimbang terbukti mampu meningkatkan produksi pangan nasional. Dalam dua terakhir produksi beras dan jagung tumbuh masing-masing diatas 5% dan 18%.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan)Pending Dadih Permana mengatakan, pencapaian peningkatan produksi dan produktifitas komoditas pangan strategis nasional beras dan jagung yang mampu diraih pemerintah saat ini dimungkinkan dengan dukungan ketersediaan dan kebijakan sarana produksi terutama pupuk dan benih unggul serta alat mesin pertanian.

“Dalam 2 tahun terakhir, produksi beras dan jagung berhasil dicapai dengan tingkat pertumbuhan masing-masing diatas 5 % dan 18 %. Pertumbuhan produksi ini merupakan salah satu kinerja yang perlu terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan dimasa mendatang,” ungkap Pending pada Seminar dengan temaKinerja Kedaulatan Pangan dan Pemupukan Nasional di Hotel Santika Premiere Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Menurutnya, ketersediaan dan penggunaan pupuk secara berimbang oleh petani berhasil mendorong pencapaian produksi dan produktifitas komoditas pangan strategis nasional yang dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan rekor tersendiri.

Walaupun, diakuinya, beberapa kasus masih dirasakan petani, adanya kekurangan dan kesulitan mendapatkan pupuk. “Untuk itu, pemerintah terus mengakselerasi penyempurnaan efektifitas kebijakan subsidi pupuk melalui penerapan kartu tani dalam penyaluran dan penebusan pupuk subsidi,” tuturnya.

Pending mengungkapkan, pihaknya bertekad meningkatkan efektifitas subsidi pupuk melalui penyempurnaan e-RDKK bersamaan dan implementasi Kartu Tani yang bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) dan perbankan BUMN.

“Dengan kartu tani diharapkan subsidi pupuk dapat lebih tepat sasaran kepada petani yang berhak. Beberapa pemda seperti Jawa Tengah telah mencapai tahapan yang relatif maju dalam penerapan kartu tani,” jelas Pending.

Husnain Kepala Balai Penelitian Tanah Badan Litbang Kementan menambahkan, salah satu kunci pencapaian produksi dan produktifitas komoditas pangan adalah penerapan pemupukan berimbang. “Pemupukan berimbang dapat menyumbang lebih dari 20% kepada peningkatan produksi,” terangnya.

Dia menambahkan, efektifitas penerapan pupuk berimbang dapat tercapai bila diperhatikan faktor-faktor penentu seperti status hara tanah dan teknik pemupukannya.

Husnain mengungkapkan, saat ini sebagian besar lahan pertanian menghadapi kondisi kesuburan yang menurun cukup parah, bahkan dalam keadaan rusak. Untuk itu, lanjutnya, diperlukan upaya khusus untuk mengembalikan kesuburan lahan pertanian nasional melalui penggunaan pupuk organik dan hayati secara berimbang dengan pupuk anorganik.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Koeshartono mengatakan, perusahaan mendukung program ketahanan pangan melalui jaminan pasokan pupuk siap pakai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta menyalurkan pupuk hingga keseluruh pelosok tanah air.

Sementara untuk mengatasi melayani daerah terpencil yang sulit dijangkau, katanya, Pupuk Indonesia menambah gudang penyangga dan menyediakan sarana transportasi untuk ke kios remote serta menginvertarisir kebutuhan pupuk yang akan ditangani di wilayah terpencil.

“Sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi ini bisa memenuhi kaidah 6 tepat yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu dan harga,” ujar Koeshartono. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here