Beranda Pertanian Pupuk Indonesia Kembangkan Budidaya Bawang Putih di NTB

Pupuk Indonesia Kembangkan Budidaya Bawang Putih di NTB

BERBAGI
Bawang putih. (Ist)

Agrofarm.co.id-PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kaltim, membantu pengembangan budidaya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui program demplot produksi yang dihasilkan melonjak signifikan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, mengungkapkan bahwa dengan menerapkan teknologi dan pola pemupukan berimbang, produktivitas panen bawang putih terbukti meningkat cukup signifikan.

“Sejak Maret lalu kami melakukan kegiatan demplot di Desa Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang di atas lahan seluas 2 hektar. Hasilnya bahwa setelah menggunakan pola pemupukan berimbang, produksi bawang putih melonjak saangat signifikan,” jelas Aas dalam siaran persnya, Kamis (24/8/2017).

Turut hadir dalam panen demplot tersebut adalah Asdep Bidang Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Purnomo Sinarhadi, Dirut Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman,serta wakil Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin

Dia mengatakan, dalam demplot tersebut kita menerapkan beberapa perlakuan dengan berbagai formula pemupukan. “Dalam demplot tersebut kita mengurangi penggunaan pupuk fosfat karena tanah disini sudah kaya akan fosfat serta ditambahkan dengan pupuk organik. Hasil formula pemupukan yang terbaik akan kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah sebagai rekomendasi kami untuk budidaya bawang putih di daerah ini selanjutnya,” kata Aas.

Demplot ini merupakan salah satu upaya BUMN menggairahkan kembali budidaya bawang putih di kawasan Sembalun yang pernah berjaya di tahun 80 dan 90-an, namun belakangan mulai ditinggalkan para petani karena kurang menguntungkan.

“Harapan kami, setelah melihat rekomendasi dari demplot kami, yang kebetulan hasilnya sangat baik, maka petani bawang putih disini dapat kembali bergairah menanam bawang putih. Dengan produktivitas yang tinggi,mungkin petani akan lebih tertarik menanam bawang putih karena menawarkan keuntungan yang lebih besar,” tambah Aas.

Demplot tersebut juga dilakukan oleh petani setempat di atas lahan mereka sendiri, dan selama berlangsungnya demplot para petani memperoleh bantuan bibit, pupuk, serta pengawalan teknologi dan edukasi untuk menghasilkan produksi yang optimal. “Hasil panen juga sepenuhnya diserahkan kepada petani,” ujar Aas.

Lebih lanjut Aas menambahkan bahwa program ini sejalan dengan penugasan dari Kementerian BUMN untuk ikut terlibat dalam upaya mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun.

“Seperti arahan dari Ibu Menteri BUMN, BUMN siap memberikan dukungan bagi para petani untuk semangat mengembangkan lagi bawang putih. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani bawang di sini, jadi kami tidak hanya memenuhi kebutuhan pupuk bagi daerah NTB melalui anak perusahaan kami, yaitu Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik, tapi juga menjalankan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan dan perubahan dengan membantu petani meningkatkan produktivitasnya lewat bimbingan teknis, rekomendasi pemupukan serta bantuan-bantuan lewat program CSR,” terangnya.

Kegiatan pembinaan petani bawang putih lewat demplot ini sebenarnya juga merupakan bagian dari program CSR anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu Pupuk Kaltim (PKT). Menurut Dirut PKT, Bakir Pasaman, Januari lalu telah diserahkan bantuan secara simbolis dihadapan Menteri BUMN berupa bibit bawang putih sebesar 1,8 ton serta bantuan pupuk dan sarana produksi, yang terdiri dari pupuk NPK 16-16-16, pupuk hayati Ecofert, Biocomposer Biodex serta kegiatan penelitian yang berlangsung di dua desa, Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang.

“Kami membandingkan kebiasaan petani dengan pola pemupukan yang ideal. Dan hasilnya, setelah menggunakan komposisi yang kami berikan, hasilnya memang mengalami peningkatan,” pungkas Bakir. Beledug Bantolo