Beranda Perkebunan PTPN VII Fokus Replanting Sawit dan Revitalisasi Pabrik Gula

PTPN VII Fokus Replanting Sawit dan Revitalisasi Pabrik Gula

163
BERBAGI
Perkebunan kelapa sawit. (Ist)

Sekretaris Perusahaan PTPN VII Yarnis Alisyahbana mengatakan, dua komoditas produksi perusahaan yakni gula dan kelapa sawit, menjadi produksi andalan sebagai salah satu penompang utama ketersediaan gula dan minyak goreng secara nasional.

Ia mengatakan, produksi gula dari dua pabriknya di Bungamayang dan Cinta Manis yang mulai buka giling awal Mei lalu sedang sangat ditunggu pemerintah dan pasar. Sebab kebutuhan bahan pokok sangat tinggi di Bulan Ramadhan hingga memasuki Lebaran.

Kita bersyukur bahwa dengan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan masih tetap bisa berbagi manfaat untuk bangsa ini. Alhamdulillah, dua pabrik gula kita sudah mulai buka giling sehingga mampu memberikan kontribusi pada program swasembada gula nasional, kata Yarnis dalam siaran persnya, Kamis (15/6/2017).

Menurutnya, letak peran pada stabilitas harga dan stok gula PTPN VII bukan hanya karena jumlah produksi. Lebih dari itu, posisi PTPN VII sangat penting karena seluruh produksi gula yang dihasilkan harus disalurkan melalui Badan Urusan Logistik (BULOG). Hal itu karena Bulog mendapat tugas mengendalikan pasar kebutuhan pokok termasuk gula agar harga dan pasokannya tidak melewati kemampuan daya beli rakyat.

Gula kita dijual ke Bulog dengan harga yang telah diatur sebagaimana ketentuan pemerintah. Maka PTPN VII dalam pengamalan nilai Pancasila menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah guna kesejahteraan rakyat, jelasnya.

Hal yang sama terjadi dengan komoditas kelapa sawit yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO). Meskipun, diakuinya, pasar CPO lebih bebas dibandingkan gula, produk CPO dari PTPN VII menjadi penyeimbang dari produk sejenis dari perusahaan swasta dalam menyediakan bahan baku minyak goreng dan produk derivatif lainnya.

Yarnis menambahkan, upaya perusahaan untuk menuju ke arah keberlangsungan usaha saat ini, PTPN VII sedang dalam proses perbaikan melalui Corporate Turnaround Strategy yaitu restrukturisasi keuangan, restrukturisasi organisasi serta melakukan langkah-langkah governance.

PTPN VII mereview kembali prosedur-prosedur yang ada dan menegakkan pelaksanaan di lapangan serta membuka ruang komunikasi dengan stakeholders. Hal tersebut dimaksudkan untuk dapat membangun perusahaan ke arah yang lebih baik, tuturnya.

Menurutnya, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan. Kondisi alam diakui memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi pada semua komoditi perusahaan serta volatilitas harga karet dan kelapa sawit di pasar dunia bepengaruh terhadap hasil penjualan.Hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian pendapatan sebagaimana yang telah direncanakan perusahaan.

Dia menjelaskan, gejolak pasar tersebut menjadikan tantangan perusahaan yang baru saja mengambil kebijakan investasi untuk mengganti tanaman tua dengan yang baru (replanting) dan revitalisasi beberapa pabrik termasuk peningkatan kapasitas dua pabrik gula dengan memanfaatkan dana bank sindikasi.

Manajemen berhitung, dengan tanaman yang produktif, biaya operasional dan membayar cicilan dari investasi ke bank masih mencukupi. Tetapi ternyata dunia terbalik. Harga karet dan sawit jatuh. Produksi sangat sedikit karena tanaman tua ditebang , ganti baru dan harus menunggu enam tahun untuk mulai panen. Itupun panen awal produksinya sangat sedikit. Beginilah kondisinya, katanya.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi maka manajemen harus mengambil langkah kebijakan efisiensi di semua lini operasional perusahaan. Ini kebijakan untuk keberlangsungan perusahaan, kata dia.

Dia mengatakan, konsistensi pelaksanaan atas kebijakan efisiensi tersebut diharapkan tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan dengan tetap fokus pada target produksi.

Kalau kita gambar grafik, kira-kira sekarang kami sedang mulai menanjak, lah. Tanaman hasil replanting tinggal sedikit yang belum dipanen. Kalau semua mulai produktif, insyaallah kondisi membaik lagi. Semua proses di dalam atau internal sudah kami perbaiki, termasuk perbaikan system dan human capital atau manusianya, jelasnya. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here