Beranda Laporan Utama Program B20 Tetap Disubsidi

Program B20 Tetap Disubsidi

283
BERBAGI
Foto : Ignasius Jonan (Ist)

Agrofarm.co.id –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan bahwa program kewajiban mencampur 20% biodiesel sawit pada solar (B20) tetap diberikan subsidi oleh pemerintah.

“Tahun 2017 program mandatori B20 biodiesel tetap jalan karena harganya kompetitif,” ujar mantan Menteri Perhubungan ini.

Namun, lanjut dia, untuk insentif energi baru terbarukan jenis lain akan direview kembali, salah satu contoh untuk feed in tariff energi panas bumi. “Saya ingin semua harga kompetitif dengan jenis energi konvensional,” tutur Jonan.

Dia menambahkan, pengembangan biodiesel dalam negeri tetap melalui skema subsidi dari pemerintah karena implementasinya sudah baik. “Bahkan untuk pengembangan biodiesel tahun ini tetap dengan formula B20,” jelas Jonan.

Meskipun, akan tetap mempertahankan subsidi untuk biodiesel, dia menegaskan, tahun ini belum akan ditingkatkan pemanfaatan campuran (blending) biodiesel dalam bahan bakar minyak. “Tetap sama dululah, kita ingin lihat hasil outputnya bagaimana, dari pengguna dan sebagainya, apa memperpanjang usia mesin. Kita lihat faktanya dulu,” ujar Jonan.

Dia menerangkan, keberhasilan Indonesia mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mencampurkan biodiesel dengan solar sebesar 20 persen (B20). Negara tetangga Malaysia berkeinginan meniru program Indonesia tersebut.

“Keinginan Malaysia meniru program biofuel Indonesia disampaikan langsung ‎Menteri Energi Malaysia. Negeri Jiran ingin mencoba B5, akan tetapi sampai hari ini belum terealisasi,” kata Jonan.

Menurut Jonan, Malaysia tertarik meniru keberhasilan Indonesia menerapkan program campuran biodiesel yang berasal dari minyak kelapa sawit dengan solar. Indonesia sudah menerapkan kebijakan ini sejak beberapa tahun ‎lalu. “Menanyakan biofuel campuran bahan bakar untuk kendaraan, mereka mau juga rencannya,” katanya.

Jonan menambahkan, pada Konferensi Perubahan Iklim (COP 21) di Paris Perancis pemerintah telah menandatangani komitmen penurunan emisi, dengan peningkatan pemakaian energi baru terbarukan (EBT). “Adanya program B20 penurunan CO2 makin membaik dan ini akan menjadi fokus pemerintah,” tandasnya.

Jonan menyebutkan, target implementasi penggunaan EBT pada produk solar harus mencapai 26% di 2030. Tidak hanya di BBM, program tersebut juga harus berlaku pada ketenagalistrikan. “Kalau dilihat solar 48, itu 20% kandungannya sudah menggunakan biodiesel,” ujar Jonan.

Pada tahun 2016 ini, pemerintah menargetkan pemanfaatan BBNpada tahun 2016 mencapai 3,3 juta kiloliter (KL), hingga Desember realisasi penyerapannya mencapai angka tertinggi yaitu 2,7 KL. Sementara pada tahun 2017 pemanfaatan BBN ditargetkan sebesar 4,6 juta KL. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here