PPKS Memegang Peranan Penting dalam Pengembangan Sawit Berkelanjutan

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud dan Direktur PPKS Hasril Hasan Siregar/ist

Agrofarm-Pemerintah mendukung keberlanjutan kelapa sawit karena ini salah satu komoditas strategis Indonesia.

Pertama, pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang bertujuan meningkatkan harga, memperkuat industri hilir, dan membangun komoditas kelapa sawit yang berkelanjutan.

Kedua, melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam rangka peningkatan produktivitas kebun rakyat. Ketiga, dengan menetapkan dan memberlakukan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang merupakan standar pengujian kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia dan ketentuan sertifikasi yang mengacu kepada International Standardization Organization.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengungkapkan, pemerintah Indonesia sangat menghargai kontribusi lembaga penelitian, termasuk Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI) atau Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dalam melawan kampanye hitam yang ditujukan kepada industri kelapa sawit.

“Institusi penelitian juga memegang peranan penting dalam tata kelola dan pengembangan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan,” terang Musdhalifah dalam keterangan resminya, Selasa (17/7/2018).

Ia menegaskan bahwa kelapa sawit tidak boleh hanya dilihat sebagai kepentingan industri besar, tetapi juga merupakan kepentingan jutaan petani kecil yang selaras dengan agenda global SDGs (Sustainable Development Goals).

Menurutnya, pemerintah bersama para pemangku kepentingan kelapa sawit terus berupaya menunjukkan bahwa kelapa sawit Indonesia adalah produk yang aman untuk kesehatan.

“Komoditas ini bukan merupakan penyebab kerusakan hutan tropis (deforestasi), bukan penyebab penurunan keanekaragaman hayati, bukan penyebab kebakaran hutan dan lahan, serta bukan sumber potensi peningkatan emisi CO2 yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim,” pungkasnya. Bantolo

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*