Beranda Sawit PLTBg ANJ Jadi Pionir Produsen Listrik Komersil Pertama di Indonesia

PLTBg ANJ Jadi Pionir Produsen Listrik Komersil Pertama di Indonesia

BERBAGI
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik PT Autsindo Nusantara Jaya (ANJ), PT Austindo Aufwind New Energy (AANE) Belitung/ist

Agrofarm.co.id-Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik PT Autsindo Nusantara Jaya (ANJ), PT Austindo Aufwind New Energy (AANE) Belitung menjadi produsen listrik independen (Indonesia Power Producer/IPP) pertama di Indonesia yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) sekaligus penjual listrik komersil.

Pembangkit yang mulai 2016 menghasilkan listrik berkapasitas 1,8 MW berlokasi di Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PLTBg Jangkang memiliki fasilitas pusat pelatihan dan pendidikan yakni ANJ Learning Center. Kemegahan fasilitas ANJ membuat kagum Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

“Saya terkecoh saat masuk. Dari jalan raya yang bagus, tiba-tiba jalanan rusak, tapi ini bangunannya begitu mewah dan asri. Mengingatkan saya saat (Kerja Praktek/KP) di Caltex tahun 90an,” kata Arcandra dikutip www.esdm.go.id, Kamis (21/12/217).

Limbah kebun sawit milik ANJ sendiri rata-rata per hari menghasilkan 400 hingga 500 ton. Jika dihitung per tahun, PLTBg Jangkang mampu mereduksi emisi gas rumah kaca lebih dari 25 ribu ton per tahun atau setara emisi GRK dari 5.281 mobil dan emisi CO2 sebesar 2,81 juta liter dari konsumsi BBM.

Dari proses pembusukan POME, gas metana diikat dan dibakar untuk menghasilkan listrik sebesar 1,8 MW. Sedangkan, kapasitas faktor lebih dari 80% dari kapasitas pembangkit, yaitu sekitar 12 juta kWh per tahun. Kapasitas tersebut bisa mengalirkan listrik kepada lebih dari 2.000 pelanggan rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere.

PLTBg Jangkang sudah beroperasi pada 2013, namun saat itu baru berkapasitas 1,2 MW. PLTBG tersebut terdaftar sebagai proyek Clean Development Mechanism (CDM).

Kini, PLTBg Jangkang menjadi satu-satunya PLTBg yang beroperasi secara komersil setelah menandatangni Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement atau PPA) selama 15 tahun dengan PLN terhitung sejak 31 Desember 2013. AANE menjual listrik ke PLN dengan harga Rp 975/kWh. Bantolo