Beranda Kehutanan Perhutani Gandeng Perusahaan Korea Kembangkan Energi Biomassa

Perhutani Gandeng Perusahaan Korea Kembangkan Energi Biomassa

BERBAGI
Perum Perhutani cetak laba. (Ist)

Agrofarm.co.id – Perum Perhutani menggandeng Korea Western Power (KWP) guna membangun Pembangunan Power Plant berbasis biomassa di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M. Mauna menyatakan bahwa dengan kerjasama tersebut memungkinkan Perhutani Group mengembangkan tanaman biomass seluas 200 ribu hektar (ha) yang akan menghasilkan 3.2 juta MT woodchips.

Adapun nilai woodchips ini bisa untuk membangun pembangkit setara 800 MW listrik pertahun atau 1.6 juta MT wood pellet. Sehingga energi biomass dapat menghemat penggunaan energi fosil (solar) senilai Rp 2 triliun per tahun.

“Pengembangan biomassa power plant penting disiapkan sejak awal mengingat trend konsumsi energi dunia ke depan lebih mengarah pada sumber-sumber pemanfaatan biomassa seperti limbah pohon. Perhutani memiliki banyak peluang untuk mengembangkan energi biomass ini dari kawasan hutannya termasuk dari limbah pabrik sagu di Papua Barat yang bisa dimanfaatkan,” kata Denaldy dalam siaran persnya, Kamis (13/4/2017).

Kerjasama berawal dari program G to G antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan tahun 2007 untuk pengelolaan hutan seluas 500 ribu hektar.

Pada tahun 2009 Perhutani menindaklanjuti kerjasama penanaman tanaman fast growing species (FGS) jenis sengon, Acacia mangium, Gmelinia arborea seluas 7.424,19 ha dengan perusahaan Korean Indonesia Forestry Centre (KIFC) anak usaha National Foresty Cooperatives Federation (NFCF) dan kerjasama dengan Korean Forestry Promotion Institute (KoFPI) tahun 2013 untuk penanaman gliericide 1500 Ha di wilayah Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah. Beledug Bantolo