Beranda Pertanian Penyuluh Muda Ujung Tombak Pembangunan Pertanian

Penyuluh Muda Ujung Tombak Pembangunan Pertanian

BERBAGI
Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Justan Riduan Siahaan/ist

Agrofarm.co.id- Untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan menuju lumbung pangan dunia Tahun 2045, bukanlah pekerjaan yang sederhana dan dibutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh, dan saya sangat menaruh harapan di pundak para penyuluh muda pertanian.

Hal itu diungkapkan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Justan Riduan Siahaan dalam kegiatan pembinaan tekad anti korupsi di The Rich Jogja Hotel pada 24-26 Oktober 2017.

Acara itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Propinsi Yogyakarta KGPAA. Paku Alam X, Sekretaris Jenderal Kementan yang diwakili Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan, Kepala Badan SDM Pertanian, Sekretaris Itjen, Para Inspektur lingkup Itjentan, Kepala STPP Yogyakarta/Magelang, Manokwari, Goa, Malang, Bogor, dan Medan, serta Kepala UPT lingkup Kementerian Pertanian di Yogyakarta.

Sasaran peserta kegiatan kali ini adalah pimpinan dan mahasiswa STPP seluruh Indonesia sebanyak 400 orang. Dengan mengambil momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Inspektorat Jenderal mengangkat tema “Kiprah Penyuluh Muda Pertanian untuk Mewujudkan Program dan Layanan Pertanian Yang Bersih dan Bebas dari Pungli Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Dia terinspirasi dan termotivasi oleh Pidato Heroik Bung Karno tentang Pemuda yang berbunyi “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Menurutnya, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian dan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendampingi dan membantu petani, dan dituntut mampu sebagai inisiator, fasilitator, motivator, penghubung, dan innovator dalam pembangunan pertanian.

“Penyuluh pertanian harus mampu memberikan ide-ide baru memberikan pengetahuan, kemampuan dan jalan keluar bagi para petani yang mengalami kesulitan dalam permodalan, akses pasar, dan alih teknologi sekaligus sebagai penghubung dengan lembaga keuangan,” terang Justan.

Selain itu, katanya, setelah mengikuti pembinaan Protani ini para penyuluh muda pertanian memahami akan arah dan kebijakan program/kegiatan dan layanan pertanian kedepan. Sehingga tercipta pemahaman yang sama, harmonisasi dan sinergitas dari pusat sampai dengan daerah melalui aksi nyata sebagai sahabat dan mitra petani dalam menangani permasalahan pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani, yang pada akhirnya “Petani Mulai Pro Pangan Dunia”.

Untuk itu, lanjutnya, Inspektorat Jenderal memandang perlu untuk mereproduksi sebanyak mungkin Penyuluh muda pertanian yang berintegritas dan profesional sebagai tunas-tunas integritas yang akan diberdayakan untuk mengikis dan mencegah terjadinya pungli di lingkungan Kementerian Pertanian.

Inspektur Jenderal Justan Riduan Siahaan mengucapkan selamat mengikuti rangkaian kegiatan ini kepada seluruh peserta dari awal sampai akhir dengan dilandasi spirit totalitas 5B : Beribadah, Bekerja, Belajar, Berkarya, dan Berbagi demi mewujudkan kemandirian menuju kesejahteraan petani. Bantolo