Beranda Sawit Penyerapan Biodiesel Turun Gara-Gara Pertamina

Penyerapan Biodiesel Turun Gara-Gara Pertamina

BERBAGI
Penyerapan biodiesel menurun. (Ist)

Agrofarm.co.id-Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat kinerja produksi juga mengalami stagnasi dan cenderung menurun untuk periode Januari Mei 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan penyerapan biodiesel di bulan Mei disinyalir karena terlambatnya pengumuman alokasi oleh Pertamina dan proses administrasi tender yang panjang,” kata Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan dalam siaran persnya, Senin (24/7/2017).

Berdasarkan data GAPKI, produksi biodiesel sepanjang Januari Mei 2016 mencapai 1,05 juta ton, pada periode yang sama di tahun 2017 menurun menjadi 1,03 juta ton. Sementara itu, pada Mei ini produksi biodiesel hanya mampu mencapai 171,9 ribu ton ataun turun 26% dibanding bulan sebelumnya dimana produksi mencapai 232,5 ribu ton.

“Hal ini juga berimbas pada penyerapan biodiesel di dalam negeri, pada Mei ini biodiesel yang terserap hanya 141,75 ribu ton atau turun 38% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 227,72 ribu ton,” terang Fadhil.

Berdasarkan keputusan Menteri ESDM nomor 254 K/10/DJE/2017 tentang Penetapan Badan Usaha (BU) BBN Jenis Biodiesel dan Alokasi Besaran Volumenya untuk Pengadaan BBN Jenis Biodiesel pada PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo TBK Periode Mei Okober 2017, secara keseluruhan terdapat 19 produsen atau BU BBN jenis Biodiesel yang berikat kontrak dengan BPDPKS untuk penyaluran Biodiesel periode Mei hingga Oktober 2017.

Total volume alokasi penyaluran BBN jenis Biodiesel dari 19 Produsen tersebut adalah masing-masing sekitar 1,350 juta KL untuk PT. Pertamina (Persero) dan 24.000 KL untuk PT AKR Corporindo. Besaran volume tersebut ditetapkan berdasarkan kebutuhan solar nasional pada periode tersebut. Sektor yang mendapatkan pendanaan mencakup sektor Jenis BBM Tertentu (JBT)/PSO dan pembangkit listrik PLN. Beledug Bantolo