Beranda Industri & Keuangan Pengamat Indef : Mendag Harus Bisa Putus Tradisi Lonjakan Inflasi Saat Puasa...

Pengamat Indef : Mendag Harus Bisa Putus Tradisi Lonjakan Inflasi Saat Puasa dan Lebaran

136
BERBAGI
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/ist

Agrofarm.co.id-Setelah memantau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Medan, Semarang, dan Bandung. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kini menyambangi wilayah Timur Indonesia. Mendag Enggar turun langsung ke Jayapura untuk memastikan Papua siap menghadapi bulan puasa dan Lebaran 2017.

Menurut Mendag, di Papua, stok beras untuk empat bulan ke depan sudah tidak ada kekhawatiran, begitu juga dengan stok gula juga dalam posisi aman.

“Kami sudah memberikan penugasan kepada Bulog untuk mendistribusikan gula di semua daerah di Papua, terutama di perbatasan. Namun, minyak goreng kemasan sederhana masih dijual dengan harga Rp14.000/liter. Kami akan minta agar minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp11.000/liter segera masuk ke pasar di Papua,” kata Mendag Enggar setelah meninjau gudang Bulog Divre Papua di Jalan Tasangkapura, Jayapura, Papua, Selasa (9/5/2017).

Dalam pemantauan kali ini, Mendag juga mengunjungi gudang Bulog Divre Papua di Jayapura. Berdasarkan data Bulog per 9 Mei 2017, total stok beras untuk Bulog Divre Papua adalah 45 ribu ton untuk 4 bulan ke depan.

Selain kunjungan ke gudang Bulog Divre Papua, Mendag juga menggelar rapat koordinasi yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Papua di Jayapura. Rakor tersebut membahas kesiapan kota dan kabupaten serta Provinsi Papua dalam mengendalikan inflasi di Papua, terutama saat menjelang bulan puasa dan Lebaran tahun ini.

Menurut Mendag, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif untuk menyambut bulan puasa dan Lebaran 2017, yaitu dengan mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga bahan pokok, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Selain itu, diperlukan juga identifikasi langkah-langkah kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha bapok, terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan bahwa tindakan antisipasi dari Kemendag ini sangat diperlukan.

“Data 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa inflasi pada bulan puasa menjelang Ramadhan berkisar pada 1,4 kali hingga 2,8 kali dari rata-rata inflasi di bulan lainnya. Antisipasi yang sistematis sangat diperlukan supaya kenaikan inflasi tahun ini bisa ditekan dan lebih rendah. Langkah-langkah Kemendag adalah hal positif yang perlu dilaksanakan secara konsisten dengan memantau ketat kondisi lapangan,”ujarnya di Jakarta.irsa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here