Beranda Perkebunan Pemerintah Genjot Ekspor Kopi ke Eropa

Pemerintah Genjot Ekspor Kopi ke Eropa

157
BERBAGI
Kopi. (ist)

Agrofarm.co.id-Upaya mengenalkan dan meningkatkan daya saing kopi Indonesia terus dilakukan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam World of Coffee (WoC) Budapest 2017 di Hung Expo Budapest, Hongaria, pada 13-15 Juni 2017 yang berhasil membukukan transaksi USD 4,9 juta selama pameran berlangsung.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest Hikmat Rijadi mengungkapkan, partisipasi Indonesia ke-3 kalinya ini merupakan partisipasi terbaik di WoC dari sisi jumlah buyers dan inquiry yang diterima. Kami harapkan partisipasi Indonesia dalam WoC Budapest 2017 ini mampu mengenalkan dan menjadikan specialty coffee Indonesia semakin kompetitif di pasar Eropa,ungkap Hikmat Rijadi dalam siaran persnya, Selasa (04/7/2017).

Beberapa specialty coffee Indonesia yang dipromosikan kali ini antara lain kopi arabika dari Sumatera Gayo, Lintong, Kerinci, Solok Minang, Bengkulu, Jawa Barat Preanger dan Papandayan, Jawa Tengah Temanggung, Jawa Timur Bondowoso dan Kalisat, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Sulawesi Toraja, dan Papua Wamena. Adapun dari jenis kopi robusta yaitu kopi asal Lampung, Jawa Tengah Temanggung, Flores Manggarai, serta tidak ketinggalan kopi Luwak.

Sebanyak lebih dari 32 inquiry juga datang dari beberapa negara di Eropa seperti Bulgaria, Polandia, Kroasia, Slovakia, Slovenia, Ceko, Italia, Belanda, Belgia, Swiss, Jerman, dan Inggris. Ada pula inquiry dari kawasan lain seperti Turki, Israel, Amerika Latin (Brasil, Kolombia, dan Guatemala), Timur Tengah (Kuwait dan UAE), dan Asia (Korea Selatan, RRT, Vietnam).

Pertemuan B-to-B yang mempertemukan perusahaan kopi Indonesia dengan perusahaan kopi Hongaria pada 16-17 Juni 2017 pun berhasil menghasilkan inquiry untuk kerja sama dan penawaran pembelian. Menurut Atase Perdagangan Brussel Olvy Andrianita, pertumbuhan industri ritel kopi di Eropa, khususnya Hongaria, seperti Starbucks, Costa Coffee, dan kafe lokal mengalami peningkatan.

Hal ini mengindikasikan kebutuhan kopi di Eropa semakin tinggi dan budaya minum kopi semakin merata di segala jenjang umur dengan tingkat konsumsi kopi 3,5 kg per kapita per tahun. Nilai ekspor kopi Indonesia ke Uni Eropa pada 2016 pun tercatat EUR 239,57 juta, meskipun tren ekspornya menurun 0,05% dalam 5 tahun terakhir (2012-2016).

Peluang besar ini harus dijadikan kesempatan untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke wilayah Eropa, khususnya Hongaria. WoC menjadi kesempatan menunjukkan eksistensi kopi Indonesia dan mempromosikan specialty and sustainable coffee kepada buyer dan pencinta kopi Eropa, tegas Olvy.

Pada WoC Budapest 2017, Paviliun Indonesia bertemakan Indonesia Specialty and Sustainable Coffee didesain bernuansa Jawa Barat dengan latar Gedung Sate di area seluas 98 m2 yang menampilkan kesan penyambutan dan penerimaan yang hangat terhadap buyer.

Paviliun Indonesia menampung 10 perusahaan eksportir/produsen kopi dan asosiasi, antara lain PT. Goesar Trading Persada, PT. Lintang Qartiqa Surakarta, PT. Bintang Lima Pasifik, PT. Mayora Indah Tbk, dan Javanero. Sementara Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tengah yang membawa tidak kurang dari 5 perusahaan dan koperasi, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (ASKI), dan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), juga sangat mencuri perhatian para buyers dan pencinta kopi Eropa.

Coffee cupping juga diadakan dua kali sehari sebagai ajang mencoba berbagai cita rasa dan kualitas kopi Indonesia. Lebih dari 30 jenis single origin kopi disajikan dalam sesi coffee cupping yang dipadati para buyer dan barista di Eropa. Keikutsertaan Indonesia dalam WoC Budapest 2017 ini terselenggara berkat kerja sama ITPC Budapest dengan Atase Perdagangan dan Atase Pertanian KBRI Brussel, serta didukung penuh oleh KBRI Budapest.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda, dari Jakarta, menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia pada WoC Budapest 2017 kali ini memberikan manfaat yang besar dalam pengembangan ekspor kopi Indonesia di Eropa, terutama melalui Budapest yang merupakan lokasi strategis di wilayah Eropa Tengah dan Timur.

Segala kesempatan untuk membangun branding single origin kopi Indonesia yang specialty dan sustainable ke pasar dunia harus dimaksimalkan, termasuk lewat WoC Budapest 2017 ini, kata Arlinda.

Indonesia juga mengirimkan beberapa putra terbaiknya untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia di bidang perkopian, antara lain World Brewers Cup yang diikuti Harrison Chandra (Ottomans Coffee Brewers), World Cup Taster Championship yang diikuti Dimas Juliannur Fajar (Segitiga Coffee), dan World Latte Art Championship yang diikuti Ovie Kurniawan (Common Ground Bandung), serta menampilkan barista Hongaria untuk pendekatan kepada buyer. Diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here