Beranda Sawit Kemitraan Solusi Percepat Program Replanting Sawit Rakyat

Kemitraan Solusi Percepat Program Replanting Sawit Rakyat

BERBAGI
Petani panen kelapa sawit. (ist)

Agrofarm.co.id-Indonesia mencatat bahwa kemitraan antara petani rakyat dengan perusahaan kelapa sawit telah menghasilkan perubahan besar terhadap industri sawit nasional. Untuk itu, skim kemitraan menjadi solusi mempercepat program replanting sawit rakyat.

Dikutip dari hasil riset Palm Oil Agribusiness Stategic Policy Institute (PASPI), Jumat (18/8/2017), menyebutkan, kemitraan yang dibangun sejak tahun 1980 dalam bentuk PIR Khusus dan PIR lokal, kemudian berlanjut dengan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) transmigrasi, PIR Koperasi Kredit Primer untuk Anggota (KKPA), lalu kemitraaan revitalisasi Perkebunan hingga saat ini telah membuahkan perubahan besar dan cepat yang disebut sebagai revolusi sawit dunia, yang ditandai setidaknya tiga hal berikut.

Pertama, Indonesia sejak tahun 2006 berhasil menjadi produsen minyak sawit dunia, mengalahkan Malaysia. Tahun 2016 yang lalu, sekitar 54 persen minyak sawit dunia dihasilkan Indonesia.

Kedua, kebun sawit rakyat meningkat cepat dari hanya 2 persen tahun 1980 menjadi sekitar 42 persen tahun 2016 dari total luas sawit Indonesia. Perlu dicatat bahwa kebun sawit rakyat dengan luas 4.5 juta hektar merupakan kebun sawit rakyat terluas di dunia yakni sekitar 23 persen dari luas kebun sawit dunia.

Ketiga, Keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi minyak sawit, juga menggeser dominasi minyak kedelai dalam pasar empat minyak nabati dunia. Pangsa minyak sawit mencapai 40 persen dari pasar (produksi dan konsumsi) empat minyak nabati dunia takni minyak sawit, minyak kedelai, minyak rapeseed dan minyak bunga matahari.

Perlu dicatat bahwa sepanjang sejarah Indonesia, baru sawit yang mampu mencapai prestasi yang mengguncang pasar dunia. Komoditas yang lain, jangankan bertahan bahkan justru makin mengalami kemunduran. Bahkan industri-industri yang dikembangkan dengan berbagai fasilitas dari Pemerintah bertahun-tahun, belum ada yang menyamai prestasi sawit Indonesia.

Dengan pengalaman persawitan yang demikian, kemitraaan sawit rakyat dengan korporasi perlu dipertahankan dan diperbaiki secara berkelanjutan untuk mengukir prestasi-prestasi baru.

“Replanting sawit rakyat yang kini sedang kita hadapi, solusinya juga ada dalam skim kemitraan. Kemitraan sehamparan dimana ada korporasi dan sawit rakyat disekitarnya, adalah cara terbaik untuk mempercepat replanting sawit rakyat,” bunyi hasil riset tersebut.

Kemudian perusahaan yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perlu membantu replanting sawit rakyat disekitarnya dalam skim kemitraaan yang selama ini telah menjadi modal sosial yang penting dalam mengukir revolusi sawit.

“Jangan pisahkan sawit rakyat dengan sawit korporasi, karena mereka telah teruji oleh waktu sebagai satu kesatuan identitas kebun sawit nasional. Jika selama ini kemitraan sawit rakyat dan sawit korporasi dengan segala dinamika didalamnya berhasil mengukir revolusi sawit dunia, maka kita yakin bahwa kemitraan yang sama juga ampuh untuk keberhasilan replanting sawit rakyat, peningkatan produktivitas sawit nasional dan mencapai tatakelola sawit yang berkelanjutan,” hasil riset itu. Beledug Bantolo