Beranda Inspirasi Pacu Adrenalin Ber-Via Ferrata di Gunung Parang

Pacu Adrenalin Ber-Via Ferrata di Gunung Parang

BERBAGI
Gunung Parang yang berada di Kecamatan Tegalwaru kerap menjadi destinasi alternatif saat berakhir pekan bagi para penghobi hiking/tatang

Agrofarm.co.id-PUAS mengunjungi berbagai taman dan museum di jantung kota Purwakarta, di waktu lain pada kunjungan berikutnya, boleh lah memilih wisata alam untuk menghabiskan masa liburan. Bagi penyuka adrenalin, ber-via ferrata di Gunung Parang bisa jadi pilihan tepat.

Gunung Parang yang berada di Kecamatan Tegalwaru kerap menjadi destinasi alternatif saat berakhir pekan bagi para penghobi hiking atau bagi mereka yang ingin sekadar mencoba tantangan baru.

Menjulang tinggi 980 meter di atas permukaan laut (mdpl), keberadaan Gunung Parang kian hari kian dikenal luas. Terlebih saat ini telah dikelola dengan baik oleh Badega Gunung Parang.

Yang isrtimewa, salah satu dinding tebing Gunung Parang dibor dan dipasangi besi hingga di ketinggian lebih dari 500 mdpl. Besi-besi yang menancap di dinding tebing itu berfungsi sebagai pijakan kaki. Siapa pun, meski pemanjat amatir atau sekadar ingin liburan ekstrem, bisa meniti pijakan demi pijakan hingga puncak gunung. Asal siapkan saja fisik yang prima.

Wisata ekstrem ini disebut via ferrata, yakni memanjat tebing dengan menggunakan lintasan besi yang menancap di dinding sehingga besi itu bisa jadi pijakan pemanjat untuk mencapai puncak. Tentu saja, disertai dengan tali pengaman.

Badega Gunung Parang di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, jadi operator yang menyelenggarakan wisata via ferrata yang disebut-sebut pertama di Indonesia. Lintasan besi tak melulu tersusun vertikal di dinding tebing, melainkan juga tersusun horizontal. Dengan variasi susunan tersebut, setiap orang tidak ditawarkan memanjat secara vertikal saja, namun juga dapat berjalan di dinding tebing secara horizontal.

Setiap orang yang memanjat menggunakan helm pelindung dan tali yang dilengkapi besi pengait (carrabiner). Setiap menapaki dua hingga lima pijakan besi, carrabiner dikaitkan kembali ke lintasan besi, begitu seterusnya hingga ke puncak.

Aca (36), salah seorang guide Badega Gunung Parang memastikan bahwa pijakan besi baja yang menancap di dinding tebing cukup kuat menahan pijakan. Tidak ada persiapan khusus untuk memulai pendakian meniti satu demi satu lintasan besi. Namun, Aca menganjurkan untuk melakukan pemanasan sebelum mulai mendaki.

Kunci via ferrata Gunung Parang adalah fokus dan tenang. Jangan takut, santai saja. Dibawa tenang. Lintasan besinya kuat untuk dipijak. Pemanasan dulu agar tak mengalami kram otot betis atau kaki, ujar Aca.

Guide Badega Gunung Parang menawarkan sejumlah program pendakian via ferrata, mulai dari ketinggian 100 meter, di atas 300 meter, hingga lintasan di atas 500 meter. Harganya bervariatif.

Kebanyakan pemula yang belum pernah mendaki mencoba lintasan setinggi 100 meter dulu. Tapi setelah berhasil mendaki 100 meter, banyak pengunjung yang penasaran, malah nagih minta hingga di atas 100 meter, kata Aca.

Para pendaki via ferrata Gunung Parang tidak hanya wisatawan domestik, para turis berbagai negara juga getol menapapi dinding tebing verrata ini. Sejumlah negara asal Eropa, Amerika dan Australia selalu hadir di kampung terpencil ini setiap akhir pekan.

Akses menunu desa ini pun terbilang mudah. Masuk lewat Purwakarta kota kemudian arah kan ke Kecamatan Sukatani. Lalu masuk via Pasar Anyar Sukatani dan ikuti jalan menuju Desa Pasanggrahan. Akses jalan dari Sukatani hingga Tegalwaru pun tidak ditemukan kendala karena infrastruktur jalan sudah terbangun dengan mulus.

Yang menarik, selain Gunung Parang, Purwakarta memiliki dua gunung lainnya yang cukup dikenal di kalangan para pencinta alam, keduanya adalah Gunung Lembu dan Gunung Bongkok. Bahkan, ada yang pameo yang menyebutkan, belum dikatakan lulus seorang pecinta alam kalau ke Purwakarta belum menaklukkan ketiga gunung tersebut

Gunung Lembu, biasanya menjadi destinasi pertama, karena di sini ada tempat untuk berkemah. Puncak Gunung Lembu merupakan salah satu spot terbaik di Purwakarta untuk melihat sunrise dan sunset.

Dari spot itu juga kita bisa melihat pemandangan waduk Jatiluhur yang asri. Sementara Gunung Bongkok menawarkan trek yang cukup menantang untuk dilalui. Siapkan fisik prima, karena jalur pendakian berbatu dengan elevasi kemiringan yang cukup tinggi.adv