Beranda Kehutanan DPR Usul Ada Badan Khusus Tangani Kebakaran Hutan

DPR Usul Ada Badan Khusus Tangani Kebakaran Hutan

BERBAGI
Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan. (Ist)

Agrofarm.co.id-Pemerintah harus memprioritaskan penanganan kebakaran pada kawasan hutan terbuka (open access). Kebakaran yang meluas pada tahun ini, terutama di kawasan yang menjadi tanggung jawab pemerintah tersebut, mengisyaratkan perlu pembenahan pada tata kelola hutan di Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR Firman Subagyo menyarankan pentingnya membuat badan/lembaga baru yang khusus menangani masalah kebakaran hutan dan lahan. “BNPB bisa fokus pada penanganan bencana seperti banjir, gempa bumi dan lain-lain. Sedangkan penanganan kebakaran sebaiknya ditangani badan atau lembaga tersendiri agar efektif,” kata Firman di Jakarta, Kamis (14/9).

Menurut Firman, kebakaran yang didominasi kawasan terbuka itu menunjukkan masalah kebakaran bisa terjadi dimana saja. “Ini pelajaran berharga bagi KLHK agar tidak buru-buru menjustifikasi pernyataan LSM bahwa kebakaran hanya terjadi di kawasan konsesi korporasi. Sebaliknya, pemerintah bisa belajar dari korporasi mengenai pengelolaan tata kelola air agar gambut tidak mudah terbakar,” jelas Firman.

Pemerintah tidak perlu gengsi untuk studi banding ke korporasi yang punya tata kelola gambut yang baik. Hal ini karena korporasi besar di industri sawit telah menghabikan dana miliaran dolar untuk melakukan riset teknologi pengaturan air di lahan gambut.

“Penerapan teknologi tata kelola yang tepat dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan sangat diperlukan agar investasi di lahan gambut berkelanjutan dan kebakaran bisa dicegah,” tuturnya.

Pakar gambut IPB Basuki Sumawinata mengingatkan, pentingnya kajian ilmiah yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan untuk meminimalkan kebakaran hutan.

Hingga kini, banyak lahir regulasi gambut ambruladul karena dilakukan dengan kajian seadanya karena tidak melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Misalnya saja, kalangan akademisi masih mempertanyakan angka 0,4 m sebagai kriteria kerusakan gambut. Angka itu dari mana dan seperti apa penjelasan hingga kini tidak pernah ada. Beledug Bantolo