Beranda Pertanian Omset Toko Tani Indonesia Tembus Rp 103,739 M

Omset Toko Tani Indonesia Tembus Rp 103,739 M

BERBAGI
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi (tengah).

Agrofarm.co.id-Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat hingga Oktober 2017 transaksi penjualan Toko Tani Indonesia (TTI) sudah menembus Rp 103, 739 miliar.

“Hingga minggu kedua Oktober 2017 omset yang diperoleh Toko Tani telah mencapai Rp 103,739 miliar,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi pada acara Konperensi Pers tentang Perkembangan Toko Tani Indonesia di Jakarta, Minggu (15/10/2017).

Dia menambahkan, kontribusi terbesar pada TTI mencapai 64,473 miliar dan TTI Center sebesar Rp 34,266 miliar. “Jadi rincian transaksi paling besar pada TTI yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 70% dan sisanya 30% oleh TTI Center,” jelas Agung.

Adapun outlet TTI Center selain di Jakarta, sudah merambah ke Medan, Palembang, Lampung, Banten dan Makasar. Sejak 2016 sampai saat ini jumlah outlet TTI sudah mencapai 2.839 TTI pada 32 provinsi. Termasuk di dalamnya TTI di wilayah Jabotabek sebanyak 1.113 TTI.

Menurutnya, kedepan TTI akan dirancang menjadi distribution center yang menghubungkan TTI dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) binaan. “TTI Center dijadikan sebagai hub. Ini akan dikembangkan secara protype di beberapa kota besar,” kata Agung.

Secara bertahap, lanjutnya, pada 2018 TTI Center sudah terbangun di Kota Medan, Palembang, Lampung, Banten dan Makasar dengan mengikuti pola distribution center. “Sehingga wilayah penyangga sebagai daerah produsen dapat memasok wilayah konsumen melalui TTI Center,” ungkap Agung.

Dia menjelaskan, kehadiran TTI berhasil mengendalikan harga pangan di pasar. Ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada minggu kedua Oktober 2017, jika dibandingkan bulan September pergerakan harga pangan relatif stabil.

Menurutnya, kenaikan harga hanya berkisar di angka 0,05 hingga 1,15%, bahkan terdapat penurunan harga di level -1,78 sampai -18,14% pada beberapa komoditas. Gula pasir Rp 14.217/kilogram (-1,84%), daging ayam Rp 30.311/kilogram (-3,84%), telur ayam Rp 20.796/kilogram (-1,78%), cabai rawit Rp 24.839/kilogram (-18,14%) dan bawang merah Rp 24.875/kilogram (-7,55%).

“Kondisi ini diperkuat dengan angka inflasi yang terkoreksi di level 0.13% dimana kontribusi pangan dalam inflasi tersebut sangat minim,” ujar Agung. Beledug Bantolo