Beranda Perkebunan Nestle Kembangkan Skema Bisnis Klaster Kopi di Lampung

Nestle Kembangkan Skema Bisnis Klaster Kopi di Lampung

119
BERBAGI
Ir. H. Muhammad Anas, M.Si - Direktur Perbenihan dan Perkebunan Kementerian Pertanian RI dan Debora Tjandrakusuma - Direktur Legal & Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia menyerahkan bantuan bibit kopi kepada perwakilan petani kopi pada acara perayaan Hari Kopi Internasional di Tanggamus, Lampung/ist

Agrofarm.co.id-Dalam memperingati Hari Kopi Internasional, Nestle Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan skema bisnis klaster.

Melalui skema ini, para petani akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara komprehensif mulai dari peremajaan kebun dalam bentuk pemberian bibit kopi kepada para petani, akses teknologi budi daya, pemberian sarana paska panen, serta akses ke pasar dan perbankan.

Bagi Nestle pasokan bahan baku dari para petani kopi di Lampung memiliki peran yang penting bagi keberlanjutan bisnisnya, khususnya dalam menghadirkan produk-produk kopi berkualitas.

“Nestle berkomitmen mendukung para petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi mereka, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi, maka kesempatan para petani kopi untuk dapat ikut bersaing di pasar kopi nasional dan global juga akan semakin terbuka lebar,” kata Direktur Legal and Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Debora Tjandrakusuma dalam keterangan resminya, Minggu (01/10/2017).

Terkait potensi yang dimiliki oleh industri kopi Indonesia, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian Willem Petrus Riwu mengatakan, Sebagai negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia memproduksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8% dari produksi kopi dunia.

“Kami optimis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” ujar Debora.

Adapun PT Nestle Indonesia telah membangun kemitraan strategis dengan para petani kopi di Tanggamus dan Lampung Barat sejak 1994.

Kemitraan ini telah menjangkau sekitar 20.000 petani di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat, dan seluruh petani tersebut kini telah memperoleh validasi 4C (Common Code for the Coffee Community), sebuah standar yang disusun oleh 4C Association yang mencakup berbagai aspek dalam pertanian kopi yang berkelanjutan.

“Model kerja sama ini telah berhasil membantu para petani kopi untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil produksi mereka, mendapatkan kemudahan akses pasar serta dukungan perbankan yang diperlukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, pada saat yang bersamaan kami mendapat jaminan pasokan biji kopi berkualitas. Hal ini merupakan cara kami dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sukses dan tangguh,” terangnya.

Debora juga menegaskan pentingnya mengembangkan model financial ecosystem untuk terus meningkatkan keunggulan kompetitif para petani di tengah berkembangnya industri kopi.

“Saat ini, lebih dari 16.000 petani kopi di Tanggamus telah memiliki rekening Bank Lakupandai di BTPN dan akses untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat,” lanjutnya.

Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Adeham. Mengungkapkan, perkembangan industri kopi memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan pembangunan daerah Lampung.

“Provinsi Lampung sangat berpotensi tinggi untuk menjadi wilayah pengekspor kopi terbesar di Indonesia. Namun, peningkatan produktivitas dan kualitas petani kopi masih menemui hambatan yang antara lain disebabkan oleh banyaknya tanaman kopi yang sudah berusia tua,” ujar Adeham.

Adeham juga menyampaikan bagaimana Hari Kopi Internasional menjadi sebuah momentum untuk semakin menegaskan komitmen pemerintah dalam menjadikan kopi sebagai komoditas andalan Lampung.

“Program pendampingan dan pelatihan untuk para petani kopi di Lampung yang telah dilakukan oleh PT Nestlé Indonesia selama lebih dari 20 tahun terakhir ini menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas kopi Lampung. Saya sangat mengapresiasi upaya tersebut. Terlebih lagi, seluruh produk NESCAFÉ yang diproduksi di Pabrik Panjang juga telah menggunakan 100% biji kopi Lampung dan menggunakan logo siger di kemasannya,” kata Adeham.

Petani binaan Nestlé Feri Elpison mengatakan, bertani kopi menjadi suatu usaha yang menjanjikan untuk dia dan keluarganya.

“Sejak bermitra dengan Nestle, produktivitas biji kopi kebun saya meningkat hampir tiga kali lipat. Bahkan luas lahan saya sudah bertambah dari satu menjadi lima hektar,” kata Feri.

“Tahun lalu, saya juga mulai merasakan sendiri manfaat dari fasilitas perbankan yang dijembatani oleh Nestle. Tak hanya memudahkan saya dalam mengelola pendapatan, akses ke perbankan ini juga mempermudah saya mendapatkan pinjaman untuk terus mengembangkan usaha pertanian ini,” pungkasnya. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here