Beranda Uncategorized Museum Diorama, Cara Asyik Mengenal Sejarah

Museum Diorama, Cara Asyik Mengenal Sejarah

BERBAGI
Museum Diorama Bale Panyawangan Purwakarta yang berlokasi di Jalan Gandanegara wajib dikunjungi wisatawan/hms

Agrofarm.co.id-TAK banyak wisatawan yang datang ke suatu daerah dan menjadikan museum sebagai salah satu destinasi wisatanya. Kesan membosankan, kuno, dan tak menarik boleh jadi alasannya. Namun hal itu tidak berlaku bagi wisatawan yang datang ke Purwakarta, di mana di Kota Budaya ini ada dua museum yang wajib dikunjungi.

Yang pertama adalah Museum Diorama Bale Panyawangan Purwakarta yang berlokasi di Jalan Gandanegara No. 25. Menempati bangunan yang dulunya dikenal dengan sebutan Gedong Kembar, museum yang diresmikan pada 21 Februari 2015 ini memiliki sembilan bagian yang membahas berbagai macam mengenai budaya dan sejarah Sunda, khususnya sejarah Purwakarta.

Kesembilan bagian tersebut di antaranya Bale Prabu Maharaja Linggabhuwana yang menyajikan sejarah tatar Sunda dan Bale Prabu Niskala Wastukencana, yang merupakan hall of fame dari para pemimpin Purwakarta.

Bagian seterusnya ada Bale Prabu Dewaniskala yang menggambarkan Purwakarta dari masa ke masa. Yakni, mulai Zaman Mataram, VOC, dan Hindia Belanda sejak tahun 1620-1799. Bangunan yang tak begitu besar namun memiliki layout yang berkelok ini juga menyajikan Purwakarta di masa pendudukan Hindia Belanda tahun 1800-1942, yakni berada di Bale Prabu Ningratwangi.

Sementara bagian selanjutnya adalah Bale Prabu Jayaningrat yang menampilkan Purwakarta saat masa pergerakan nasional dan pendudukan Jepang. Kemudian ada Bale Prabu Ratudewa yang menyajikan keadaan Purwakarta waktu masa kemerdekaan di tahun 1945-1950.

Ada pula Bale Prabu Nilakendra yang menyuguhkan Kota Purwakarta di masa Demokrasi Terpimpin di tahun 1959-1967 dan Bale Prabu Surawisesa yang menampilkan Kota Purwakarta ketika masa pemerintahan Orde Baru dan era reformasi hingga saat ini. Bagian terakhir namun tak kalah menarik adalah Bale Ki Pamanah Rasa yang menampilkan Digjaya Purwakarta Istimewa tahun 2008-2018.

Yang menarik, ada sebuah buku besar yang menceritakan sejarah Sunda. Ternyata, buku itu bukan buku biasa. Buku itu adalah buku digital yang menampilkan gambar dan tulisan yang bisa berubah-ubah.

Tak jauh dari Bale Panyawangan Purwakarta ada museum lainnya yang tak kalah istimewa, Bale Panyawangan Diorama Nusantara. Di museum ini para pengunjung bisa mempelajari sejarah terbentuknya bumi melalui sebuah layar tiga dimensi yang memutarkan video berdurasi sekitar 6 menit.

Ada juga ruangan yang desain interiornya dibentuk menyerupai lorong berwarna putih dengan ornamen khas. Di lorong ini, para pengunjung bisa melihat kehidupan manusia prasejarah. Mulai dari aktivitasnya, peralatannya, hingga kehidupan di zaman Megalitikum.

Ujung lorong tersebut menuju ruang dengan background zaman kerajaan di Nusantara. Di ruang ini, pengunjung bisa mengikuti kisah berbagai kerajaan, mulai dari Kutai Kartanegara, Tarumanagara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Singasari, Majapahit, Sunda, hingga Bali.

Di ruang ini, juga terdapat replika patung Gajah Mada yang berdiri gagah dan para pengunjung bisa berfoto bersama Mahapatih Kerajaan Majapahit itu. Selain itu, ada juga sejarah Kerajaan Islam, mulai dari Samudera Pasai hingga Kerajaan Mataram. Sejarah Wali Songo juga bisa dilihat di ruang ini .

Perjalanan berikutnya adalah masa pelayaran hingga terbentuknya VOC. Di sini pengunjung bisa mengetahui bagaimana proses atau cara Eropa menemukan Asia Tenggara, penjelajahan Portugis, titik awal kolonialisme hingga sistem perdagangan VOC pada masa itu.(adv)