Beranda Pertanian Mentan Targetkan Bulog Serap Gabah 30.000 ton per hari

Mentan Targetkan Bulog Serap Gabah 30.000 ton per hari

BERBAGI
Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Ist)

Agrofarm.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Perum Bulog mampu menyerap gabah petani sebanyak 25.000-30.000 ton per hari. Targetnya selama enam bulan tahun 2017 penyerapan bisa mencapai 4 juta ton.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, serap gabah (Sergab) petani ditargetkan 25.000-30.000 ton per hari pada April mendatang. “Bulan lalu, kami hanya mampu menyerap 2.000 ton per hari. Awal bulan ini sampai Jumat kemarin, serapan naik 19.000-20.000 ton per hari,” ujar Amran pada acara Akselerasi Sergap di Kantor Kementan, Jakarta, Minggu (26/3/2017).

Amran menjelaskan, sebelum ada Sergab serapan gabah per hari berada di kisaran 2.000 ton per hari. “Dengan percepatan ini, peningkatan serapan meningkat tajam mencapi 800-1.000,” ujar Amran. Dia menambahkan, saat ini stok beras di gudang Bulog sekitar 1,9 juta ton beras, sehingga akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.

Dia mengatakan, akselerasi Sergap oleh Perum Bulog perlu dilakukan sejalan dengan peningkatan produksi padi sekaligus untuk mengamankan gabah dengan kadar air 26-30% agar tetap dibeli dengan harga Rp3.700/kilogram (kg). “Dengan begitu, petani sejahtera dan stok beras nasional terjamin atau meningkat,” tandasnya.

Amran memprediksi, produksi gabah pada periode Maret hingga Agustus 2017 mencapai 33,64 juta ton gabah kering giling (GKG).  Untuk itu, katanya, produksi tersebut harus diserap oleh Bulog.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Tri Wahyudi mengungkapkan, pihaknya siap meyerap gabah petani. Total serapan Perum Bulog mulai Januari-Maret 2017 mencapai 377.000 ton.  “Tergetnya hingga akhir Maret bisa tembus 500.000 ton,” ujar Tri.

Berdasarkan data, tim serap gabah petani (Sergap) yang dibentuk oleh Kementan bekerjasama dengan TNI AD dan Perum Bulog dan Pemda pada periode Januari hingga 25 Maret 2017 telah menyerap 754.330 ton gabah atau 377.165 ton setara beras meningkat 420 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Sementara itu, serapan gabah petani tahun ini paling tinggi berada di provinsi Jawa Timur yakni mencapai 129.693 ton. disusul Sulawesi Selatan 76.455 ton, Jawa Tengah 72.878 ton, Jawa Barat 61.255 ton. Selain itu, Nusa Tenggara Barat 5.021 ton, Banten 3.472 ton dan Sumatera Selatan 3.012 ton. Beledug Bantolo