Beranda Sawit Mentan : Kampanye Hitam Berpotensi Rugikan Petani Sawit

Mentan : Kampanye Hitam Berpotensi Rugikan Petani Sawit

BERBAGI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman/ist

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, kampanye hitam yang gencar dilancarkan terhadap perkebunan sawit Indonesia berpotensi merugikan para petani sawit.

Dia menyebutkan pentingnya memperhatikan kesejahteraan para petani yang terlibat dalam komunitas pengembangan kebun sawit rakyat.

“Kampanye hitam yang gencar dilancarkan terhadap perkebunan sawit Indonesia berpotensi merugikan para petani sawit tersebut. Untuk itu, meminta publik untuk melihat permasalahan pengembangan sawit secara holistik,” terangnya di Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (27/11/2017).

“Dalam mengembangkan sawit di Indonesia, kita juga perlu melihat dari sisi community welfare. Dengan adanya kampanye hitam, bisa menyebabkan harga CPO (crude palm oil.red) turun. Secara logika, ini akan mempengaruhi sumber pendapatan para petani yang tergabung dalam komunitas kebun sawit rakyat. Mereka bisa beralih mencari penghasilan dengan menebang pohon. Ini akan berdampak lebih buruk terhadap lingkungan,” papar Amran.

Dia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek community welfare dalam pengembangan sawit, Amran juga berjanji pemerintah akan terus memperhatikan aspek lingkungan. “Saya setuju bahwa pengelolaan sawit harus berkelanjutan. Untuk itu, kita akan terus kembangkan sustainable agriculture,” ujar Amran.

Komitmen pemerintah untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan telah membuahkan hasil yang positif. Berdasarkan data yang dirilis “The Economy Intelegent Unit” di Inggris, Indonesia berada di urutan 16 di dunia untuk kategori Sustainable Agriculture atau pertanian berkelanjutan. Posisi ini masih di atas Amerika Serikat dan Tiongkok.

Lebih lanjut, Amran meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ancaman sejumlah negara Eropa yang akan memboikot produk CPO Indonesia. Saat ini, Indonesia terus mengembangkan konversi sawit ke biofuel.

“Sawit kita di Eropa ada sekitar 3,2 juta ton. Konversi minyak sawit ke biofuel saat ini sudah mencapai 3 juta ton. Kita akan tingkatkan dari B.15 ke B.20, atau campuran 20 persen minyak sawit dalam bahan bakar minyak. Nanti ke depannya, kita akan tingkatkan ke B.30. Dengan target pemanfaatan minyak sawit yang terus meningkat, kita tidak perlu takut dengan boikot negara-negara tertentu,” ujar Amran. Bantolo