Beranda Pertanian Menkop Dorong Lamongan Jadi Pusat Industri Olahan Jagung

Menkop Dorong Lamongan Jadi Pusat Industri Olahan Jagung

BERBAGI

Agrofarm.co.id – Menteri Koperasi (Menkop) dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga mendorong kabupaten Lamongan Jatim, mengembangkan industri olahan dari tanaman jagung, yang sukses dikembangkan di daerah ini.

“Kalau jagung dijual apa adanya rupiahnya bisa dihitung, namun kalau sudah dalam bentuk industri olahan, nilai tambahnya jauh lebih banyak,” ujar Puspayoga dalam siaran persnya, Rabu (3/5/2017).

Dia mengatakan, jika industri olahan berbahan jagung bisa dikembangkan, selain memberikana nilai tambah juga bisa membuka lapangan kerja termasuk pada TKI yang baru pulang.

“Soal pembiayaan pemerintah sudah menyediakan berbagai kredit mulai kredit ultra mikro, KUR sampai KURBE bagi UKM yang sudah ekspor,” kata Puspayoga.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin, tahun 2017 ini dari Lamongan bisa ekspor jagung ke Malaysia sekitar 500 ribu ton. Dan ini bisa ditingkatkan karena potensi lahan cukup luas dan petani Lamongan sudah pengalaman menanam jagung.

Bahkan dengan modernisasi penanaman jagung, produktivitas jagung di Lamongan bisa ditingkatkan lagi lebih dari 10 ton/hektar.

“Harga jagung pipilan kering dapat terjaga di angka Rp 3.150/kg sesuai Permendag 63/2016. Setiap tahun bisa tanam jagung dua kali,” ungkapnya.

Produktifitas Meningkat

Bupati Lamongan H Fadeli menjelalskan, produktivitas petani jagung di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur di kawasan pertanian jagung modern Desa Banyubang Kecamatan Solokuro meningkat, dari hanya rata-rata 5,8 ton per hektare melonjak menjadi 10,6 ton per hektare, bahkan ada yang sampai 11, 4 ton per hektare.

Peningkatan itu terlihat dalam panen raya yang dilakukan di kawasan seluas 100 hektare, dengan jenis rata-rata produktivitas jagung hibrida.

Fadeli di lokasi panen raya menjelaskan ada 20 varietas jagung hibrida yang diujicoba, dengan 5 varietas di antaranya adalah jenis unggulan, dan mampu menghasilkan produktivitas paling rendah 8 ton dan tertinggi mencapai 11,4 ton/hektar.

“Produktivitas rata-ratanya mencapai 10,6 ton per hektare. Dan panen raya di kawasan ini sebagai upaya memberikan contoh nyata bagi petani lainnya, dan sebuah persembahan dari Lamongan untuk Indonesia. Bahwa jika budidaya jagung dilakukan secara modern, hasilnya ternyata luar biasa,” katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Lamongan akan terus membuka diri, bagi petani di Indonesia untuk belajar di kawasan tersebut, menjadikannya sebuah kawasan percontohan nasional.

Tahun ini, lanjut dia, kawasan percontohan serupa akan diperluas menjadi 10 ribu hektar di 12 kecamatan Lamongan, dan ditargetkan bisa mencapai produktivitas 10 ton per hektar.

Terkait penjualan hasil panen, Fadeli meyakinkan petani tidak akan kesulitan menjual jagungnya ketika produksinya melimpah, sebab saat ini sudah dibangun pabrik pengolah pakan ternak di pantura Lamongan, dan banyak pihak yang sudah memberikan garansi bisa menampung berapa pun jagung Lamongan. Beledug Bantolo