Beranda Industri & Keuangan Mendag: Perkuat Integrasi Ekonomi Asia Timur

Mendag: Perkuat Integrasi Ekonomi Asia Timur

56
BERBAGI
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita lakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Fran├žois-Philippe Champagne, yang diwakili oleh Sekretaris Parlemen untuk Menteri Perdagangan Internasional Kanada Pamela Goldsmith-Jones/ist

Agrofarm.co.id-Para Menteri Ekonomi ASEAN dan Australia, China India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) berkomitmen memperkuat integrasi ekonomi regional Asia Timur. Komitmen ini dicetuskan pada Pertemuan East Asia Summit (EAS) Economic Ministers ke-5 yang berlangsung hari ini, Sabtu (9/9/2017) di Pasay, Filipina.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang memimpin Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Para Menteri menyadari ketidakpastian ekonomi global masih akan menjadi tantangan. Para Menteri memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2017 akan meningkat menjadi 3,5% dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh sebesar 3,1%. Namun, dengan fondasi makroekonomi yang kuat dan berdaya tahan tinggi, para Menteri yakin dapat menghadapi tantangan tersebut. Untuk itu, para Menteri berkomitmen memperkuat integrasi ekonomi regional Asia Timur, jelas Mendag.

Sementara itu, pada saat negara-negara lain fokus pada peningkatan ekspor, China justru tengah mempersiapkan eksibisi impor pertama tahun depan.

Pemerintah China mengundang semua negara untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut dan Pemerintah China akan memberikan fasilitas khususnya bagi negara-negara negara-negara kurang berkembang, kata Mendag.

Di tengah-tengah tarik menarik antara ekonomi terbuka dan proteksionisme, Indonesia akan bersikap hati-hati dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional. Saat ini dunia sedang mengalami perubahan dan kita akan menyikapi dengan hati-hati. Yang perlu diutamakan adalah kepentingan nasional, tandasnya.

Sedangkan bagi Pemerintah Indonesia sendiri masih ada beberapa ratifikasi perjanjian perdagangan bebas yang perlu diselesaikan, seperti ASEAN-Australia dan Selandia Baru. Pemerintah berupaya menyelesaikannya tahun ini, pungkas Mendag.

Pada pertemuan tersebut, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) telah menyampaikan paparannya mengenai perkembangan ekonomi regional dan global dengan menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas untuk fasilitasi perdagangan, mengatasi masalah-masalah terkait non-tariff measures (NTM), serta investasi di bidang konektivitas dan rantai produksi baru untuk membuat pertumbuhan ekonomi Asia berkelanjutan.

Para Menteri menyambut baik kajian tersebut dan memberikan dukungannya agar dapat dilakukan kajian lebih lanjut. Prospek ekonomi negara-negara yang tergabung dalam EAS sangat besar dengan produk domestik bruto (PDB) pada 2016 sebesar 43,67 triliun. Nilai perdagangan barang ASEAN-EAS sebesar USD 1,04 triliun atau sekitar 46,4% dari nilai total perdagangan ASEAN dengan negara-negara lain. Adapun nilai investasi asing langsung (FDI) EAS ke ASEAN tercatat sebesar USD 44,8 miliar atau sekitar 46,3% dari total FDI di ASEAN. diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here