Beranda Industri & Keuangan Mendag Kembali Pastikan Harga Bahan PokoK Stabil di Bandung

Mendag Kembali Pastikan Harga Bahan PokoK Stabil di Bandung

164
BERBAGI
Mendag Enggartiasto Lukita/hms

Agrofarm.co.id-Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersiaga penuh mencegah kelangkaan dan lonjakan harga barang pokok, khususnya menjelang Puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017. Mendag juga menugaskan seluruh jajaran eselon I Kementerian Perdagangan mengawal target inflasi 2017 4% + 1% dipengaruhi fluktuasi harga barang kebutuhan pokok.

Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Forum Koordinasi Bidang Perdagangan yang digelar di Hotel Papandayan, Bandung, hari ini, Rabu (24/5/2017). “Langkah-langkah yang telah diambil yaitu koordinasi dengan instansi terkait koordinasi dengan pelaku usaha serta penugasan Bulog untuk stabilisasi harga,” jelas Mendag Enggar.

Langkah-langkah tersebut termasuk rapat koordinasi dan pemantauan langsung, serta fasilitasi penyediaan gula, minyak goreng, dan daging beku sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Mendag juga mengungkapkan, dalam sebulan terakhir pemantauan Kemendag, harga barang kebutuhan pokok stabil bahkan cenderung turun, kecuali bawang putih yang sedikit naik hampir di seluruh provinsi akibat berkurangnya pasokan ke pasar. Hasil rakor dan pantauan lapangan di gudang BULOG, PPI, dan distributor di daerah menunjukkan, stok barang kebutuhan pokok khususnya beras, gula, tepung terigu, dan minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan Puasa dan Lebaran 2017.

Hal ini didukung data prognosa Kementerian Pertanian. Dalam mendukung ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok, pemerintah melarang pelaku usaha untuk melakukan penimbunan/spekulasi sesuai amanat Perpres 71/2015 dan akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. “Distributor, subdistributor, dan agen yang memperdagangkan barang kebutuhan pokok juga diatur melalui Permendag No 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok,” jelas Mendag.

Sinergikan Prinsip dan Pelaksanaan Kebijakan Perdagangan Daglu Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu) berkomitmen mewujudkan prinsip dan pelaksanaan tata kelola perdagangan luar negeri secara sinergis di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tata kelola tersebut meliputi ekspor, impor, fasilitasi ekspor dan impor, serta pengamanan perdagangan.

Dalam mewujudkan tata kelola perdagangan luar negeri yang lebih baik, Ditjen Daglu sudah melakukan beberapa hal, seperti deregulasi dan debirokratisasi kebijakan ekspor dan impor. HIngga saat ini, 32 jenis perizinan ekspor dan impor telah disederhanakan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menyampaikan, guna memfasilitasi kemudahan di bidang ekspor, Ditjen Daglu akan melanjutkan simplifikasi tata niaga perdagangan dan birokrasi di bidang perdagangan luar negeri, meningkatkan jenis perizinan yang dapat diterbitkan secara elektronik dan terus meningkatkan kecepatan pelayanan penerbitan perijinan, salah satunya melalui penerapan digital signature. diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here