Beranda Industri & Keuangan Manfaatkan e-Smart, Pendapatan IKM Sukoharjo Ditargetkan Naik 80 Persen

Manfaatkan e-Smart, Pendapatan IKM Sukoharjo Ditargetkan Naik 80 Persen

118
BERBAGI
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.

Agrofarm.co.id-Kementerian Perindustrian terus aktif mengajak para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri untuk dapat memanfaatkan program e-Smart IKM. Program yang dikembangkan mulai tahun 2017 tersebut diyakini mampu membuka akses perluasan pasar bagi produk-produk nasional sehingga akan lebih dikenal konsumen dan mudah melakukan transaksi.

Dengan e-Smart IKM, diharapkan produk-produk asli Indonesia yang berkualitas akan membanjiri pasar perdagangan online, kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin Ratna Utarianingrum di sela kegiatan Workshop e-Smart IKM di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/9/2017).

Menurut Ratna, kegiatan workshop yang terlaksana pada tanggal 12-13 September 2017 ini bertujuan untuk menyosialisasikan program e-Smart IKM serta berbagai kebijakan dan fasilitasi Kemenperin yang selama ini dilakukan dalam memacu produktivitas dan daya saig IKM di seluruh Tanah Air. Sasaran utama kami adalah meningkatkan kemampuan para pelaku IKM lokal dalam berbisnis melalui sarana e-Commerce, tuturnya.

Ratna mengungkapkan, berdasarkan penelitian Deloitte Access Economics, bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan keuntungan signifikan bagi para pelaku IKM, di antaranya kenaikan pendapatan hingga 80 persen dan 17 kali lipat menjadi lebih inovatif.

Peserta workshop e-Smart IKM yang dilaksanakan ini sebanyak 50 IKM, antara lain penghasil produk jamu, kosmetik, gitar, lurik, sarung goyor dan tatah sungging. Mereka semuanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo, paparnya.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, penerapan e-Smart IKM juga bermanfaat bagi pemerintah dalam mengumpulkan database pelaku IKM yang valid di seluruh Indonesia. Untuk itu, kami mengimbau agar mereka terus mengupdate data produk maupun penjualan yang dilakukan melalui online market, tegasnya.

Lebih lanjut, menurut Gati, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap data respon pasar dari para pelaku usaha yang masuk program e-Smart IKM sebagai bahan analisa untuk penyusunan kebijakan dalam pembinaan IKM ke depannya. Program e-Smart IKM diharapkan pula bisa menjadi one stop service bagi pengembangan IKM lokal, imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan mengatakan, industri di Sukoharjo cukup banyak baik dalam skala kecil, menengah maupun besar. Adanya program e-Smart IKM dari Kemenperin ini sangat bagus dalam membantu dalam pengembangan daya saing IKM di Sukoharjo, termasuk mengenalkan produk-produk khas Sukoharjo di pasar nasional dan internasional melalui online, ujarnya.

Jaga kepercayaan konsumen

Pada kesempatan tersebut, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan, pelaku IKM dalam negeri agar tetap memberikan kualitas yang terbaik pada hasil produknya untuk menjaga kepercayaan konsumen, terutama jika dipasarkan melalui online.

“Beli barang di online kan bagus di mata, tetapi kualitas tidak terlihat. Kalau sudah menjadi pemain di e-commerce, mereka harus menjaga kepercayaan pasar, ujarnya. Apalagi, saat ini banyak produk asing yang beredar di pasar digital Tanah Air, sehingga produk lokal harus lebih berdaya saing tinggi. irsa

 

Ol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here