Beranda Pertanian Louis Dreyfus Company dan CSR Asia Dorong Agrobisnis yang Bertanggung Jawab

Louis Dreyfus Company dan CSR Asia Dorong Agrobisnis yang Bertanggung Jawab

83
BERBAGI
Acara peresmian pabrik biodiesel Louis Dreyfus Company (LDC)/Ist

Agrofarm.co.id-Louis Dreyfus Company Indonesia (LDC) bersama dengan CSR Asia, menyelenggarakan sesi pertama dari rangkaian Pertemuan Meja Bundar Agrobisnis yang Bertanggung Jawab CSR Asia di Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 para profesional dibidang bisnis dan isu keberlanjutan dari lebih 30 perusahaan dan organisasi, yang mendiskusikan peluang agrobisnis lokal untuk melibatkan para petani kecil dan mengadopsi model bisnis inklusif dan model bisnis transformatif gender.

Rangkaian pertemuan meja bundar ini dikembangkan oleh CSR Asia untuk GRAISEA (Gender Transformative and Responsible Agribusiness Investments in South East Asia), sebuah program pembangunan regional yang didanai oleh Pemerintah Swedia dan dilaksanakan oleh Oxfam.

Program ini bertujuan mendorong solusi yang membantu meningkatkan penghidupan produsen skala kecil melalui rantai nilai dan investasi sektor swasta yang lebih bertanggung jawab dan inklusif, serta untuk mendorong para wanita untuk memperlihatkan kepemimpinan di bidang ekonomi.

“LDC merasa senang dan terhormat dapat bermitra dengan CSR Asia untuk memulai pelaksanaan rangkaian Pertemuan Meja Bundar Agrobisnis yang Bertanggung Jawab. Sebagai perusahaan yang berkomitmen penuh terhadap pengoperasian bisnis yang berkelanjutan, kami mempercayai perlunya mendukung dialog industri untuk berbagi praktik terbaik, yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mencapai tujuan mereka sendiri yang keberlanjutan serta membantu menjadikan dunia tempat yang lebih inklusif bagi semua orang,” kata Imran Nasrullah, CEO LDC Indonesia dalam siaran persnya, Jumat (01/9/2017).

Isabelle Morin, Direktur CSR Asia Singapura menambahkan, LDC telah membantu CSR Asia terhubung dengan pemangku kepentingan utama di Indonesia, mempertemukan perusahaan-perusahaan yang menyadari manfaat dari praktik bisnis yang bertanggung jawab dan inklusif.

“Kami percaya bahwa keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan sangat penting dalam memikirkan kembali pendekatan kita dengan petani, terutama petani kecil dan mendukung transformasi gender. Pertemuan ini merupakan kesempatan besar untuk mendiskusikan praktik terbaik dan solusi praktis, yang merupakan tonggak penting dalam kolaborasi kami dengan OXFAM dan Pemerintah Swedia,” jelas Morin.

Nasrullah mempresentasikan inisiatif LDC yang keberlanjutan di Indonesia, terutama yang meliputi proyek Inang Naburju (Ibu yang Baik) yang terdiri dari pelatihan dan penyediaan peralatan agronomi untuk meningkatkan produktivitas petani kopi wanita di wilayah Danau Toba. LDC juga terlibat dalam ketertelusuran pasokan minyak kelapa sawit dan proyek pengembangan kualitas pendidikan di Lampung, tempat perusahaan mengoperasikan sebuah pabrik biodiesel, kilang minyak kelapa sawit, pabrik kopi, dan mengelola bersama sebuah pelabuhan.

Sementara itu, Morin memberikan gambaran umum tentang tantangan agrobisnis yang dihadapi di ASEAN dan menyoroti peluang untuk memastikan pertumbuhan agrobisnis yang berkelanjutan melalui Agenda Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2030.

Agenda tersebut menekankan bahwa sektor agrobisnis memiliki posisi yang baik untuk memberikan kontribusi terhadap industri yang luas dalam Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), sambil memprioritaskan dan menangani tantangan-tantangan di tingkat sektoral. Hal ini akan dapat tercapai hanya dengan menciptakan kemitraan kolaboratif dari berbagai pihak pemangku kepentingan dalam jangka panjang, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat tani.

Dalam sesi ini, CSR Asia juga mempresentasikan dua publikasi, yang membahas peran integral sektor agrobisnis dalam mencapai keberlanjutan regional jangka panjang di ASEAN. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here