Beranda Pertanian Lagi, Indonesia Ekspor Sarang Walet ke China Senilai Rp 13 Miliar

Lagi, Indonesia Ekspor Sarang Walet ke China Senilai Rp 13 Miliar

109
BERBAGI
PT. Tong Heng Investment Indonesia tembus pasar sarang walet China/ist

Agrofarm.co.id-Badan Karantina Pertanian melepas ekspor sarang walet senilai Rp 13 miliar atau 464,5 kilogram (kg) milik PT. Tong Heng Investment Indonesia ke Tiongkok . Perusahaan ini akan menjadi perusahaan ke-8 yang dapat menembus pasar sarang walet China

Menyusul tujuh perusahaan lainnya yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan ekspor sarang walet secara langsung ke Tiongkok. Bahan baku ekspor sarang walet kali ini diperoleh dari 31 rumah walet terregistrasi yang berada di Sumatera Selatan.

Tiongkok merupakan negara konsumen sarang walet terbesar di dunia. Disana sarang walet menjadi komoditi bergengsi, terutama saat hari raya imlek dan tahun baru masehi. Terhitung Juli 2017, sebanyak 72,31% kebutuhan sarang walet Tiongkok di impor dari Indonesia.

Disusul Malaysia (18,85%), dan sisanya dari Brazil, Taiwan dan Australia. Nilai ekspor sarang walet ke Tiongkok mencapai USD 40,43 juta atau naik 170% dari tahun 2016 yang hanya mencapai USD 14,99 juta. Peluang pasar yang besar ini disambut oleh pemerintah Indonesia.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Mulyanto mengatakan Badan Karantina Pertanian mengatakan, Badan Karantina Pertanian menjadi Institusi yang menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari Avian Influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya dan membangun sistem ketelusurannya.

Selsin itu, bersama dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen dan Kementerian Perdagangan memberikan fasilitasi terhadap calon perusahaan eksportir dalam memenuhi persyaratan teknis maupun non teknis sebagaimana yang disepakati dalam protokol.

“Meskipun untuk menembus pasar China cukup sulit, karena sarang walet yang akan diekspor dikenakan persyaratan sangat ketat sebagaimana disepakati dalam protokol, khususnya sistem ketelusuran (traceability) dan pemenuhan hygiene dan sanitasi, serta bebas dari Avian Influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya,” ungkap Mulyanto dalam siaran persnya, Minggu (8/10/2017).

Diakhir tahun 2014, Badan Karantina Pertanian telah berhasil menembus protokol tersebut sehingga saat ini Indonesia dapat ekspor langsung ke Tiongkok tanpa harus melewati negara perantara.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memangkas biaya di rantai distribusi yang selama ini terbuang di negara kedua seperti Singapore, Hongkong dan Taiwan. Selain itu penjualan langsung akan mendatangkan margin keuntungan lebih tinggi dan dapat memberikan image positif dengan adanya legalitas dari pemerintah Tiongkok terhadap produk Indonesia. Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here