Beranda Pertanian Ketersediaan Bawang Merah dan Cabai Surplus Hingga Agustus 2017

Ketersediaan Bawang Merah dan Cabai Surplus Hingga Agustus 2017

BERBAGI
Sri Wijayanti, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Hortikultura Kementan. (kanan/Ist)

Agrofarm.co.id Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa ketersediaan bawang merah dan cabai surplus hingga bulan Agustus 2017 mendatang.

Sri Wijayanti, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Hortikultura Kementan mengatakan, produksi cabai dan bawang merah mulai bulan Juni hingga Agustus tahun ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan surplus.

Berdasarkan luas tambah tanam, produksi cabai keriting pada bulan Juni sebesar 8.800 ton, Juli sebanyak 8.900 ton, dan Agustus mencapai 8.800 ton. Sementara itu, komoditas cabai rawit produksi bulan Juni sebesar 8.900 ton, Juli 9100 ton, dan Agustus 9300 ton, sedangkan produksi bawang merah bulan Juni 9000 ton, Juli dan Agustus 16.000 ton.

Bulan Juli dan Agustus sangat surplus, karena sudah memasuki masa panen dan tanam. Makanya Bulog harus serap panen tersebut agar harga tidak turun dan petani tetap menikmati keuntungan, ujar Sri dikantornya, Selasa (20/6/2017).

Berdasarkan data harga cabai dan bawang di 150 Kabupaten, terpantau saat ini harga cabai keriting terendah di Lombok Timur yaitu Rp 5.000 per kilogram (kg) dibawah BIP dan harga tertinggi di Kupang, sedangkan harga di pasar Kramat Jati Rp 18.000 per kg. Harga cabai rawit terendah di Bantaeng yaitu Rp 12.000 per kg dan tertinggi di Yapen, sedangkan harga di Pasar Kramat Jati Rp 25.000 per kg.

Adapun harga cabai rawit hijau terendah di Lombok Barat yaitu Rp 5000 per kg dan tertinggi di Sumatera Selatan Rp 35.000 per kg, sedangkan di pasar kramat Jati Rp 20.000 per. Harga bawang merah terendah di Aceh Tengah yaitu Rp. 7000/kg dan harga di pasar Kramat Jati Rp 25.000 per kg. Harga bawang putih di pasar Kramat Jati Rp 15.000 per kg, setelah importir turun mendistribusikan bawang tersebut, namun harga di pasar retail masih tinggi, jelasnya.

Kita sedang menjcari jalan, bagaimana bawang dari importir tersebut bisa didistribusikan di pasar retail agar harga di sana sama dengan harga di Pasar Kramat Jati tidak melambung tinggi, tegasnya. Beledug Bantolo