Beranda Industri & Keuangan Kendaraan Pedesaan Mulai Gairahkan Pasar Ekspor Otomotif

Kendaraan Pedesaan Mulai Gairahkan Pasar Ekspor Otomotif

109
BERBAGI
Presiden Joko Widodo menaiki Wintor (kendaraan alat angkut di perkebunan) disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Cikarang/hms

Agrofarm.co.id-Produsen otomotif nasional semakin menunjukkan daya saingnya di pasar ekspor, termasuk dalam menciptakan kendaraan pedesaan. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan di sektor industri.

Salah satu pilar penting pada industrialisasi adalah inovasi berbasis R&D (research and development). Untuk industri otomotif, kita didukung kekuatan engineering yang mampu menghasilkan kendaraan dengan komponen lokal mencapai 86 persen, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Ekspor Perdana Unit Wintor di PT Astra Otoparts Tbk., Cikarang, Bekasi Jumat (28/7/2017).

Menperin mengapresiasi salah satu anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yakni PT Velasto Indonesia, yang melakukan ekspor perdana unit Wintor ke Malaysia. Wintor merupakan alat angkut khusus perkebunan serbaguna, sebagai buah karya yang desain 100 persen oleh anak bangsa.

Kami meyakini Wintor sebagai kendaraan lokal yang mampu bersaing di pasar dunia, serta dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis otomotif di Indonesia ke depannya. Bahkan, mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan, paparnya.

Airlangga menyampaikan, potensi kebutuhan alat angkut perkebunan masih cukup besar baik di pasar domestik maupun internasional. Misalnya, kendaraan yang digunakan di perkebunan kelapa sawit, karena komoditi ini produksinya cukup tinggi di dalam negeri dibandingkan dengan tanaman lain.

Lebih lanjut, menurutnya, Wintor sebagai salah satu wujud nyata dari model kendaraan pedesaan. Kementerian Perindustrian telah menggagas konsep kendaraan pedesaan yang multi fungsional, yakni untuk angkut barang dan penumpang.

Kami sudah punya empat prototipe kendaraan pedesaan. Wintor ini bisa masuk di dalamnya. Dan, yang terpenting lagi adalah perlunya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, diharapkan dapat memperluas pasar ekspor,” ujar Airlangga.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, dalam membuat Wintor, pihaknya telah melibatkan industri kecil dan menengah sektor komponen otomotif dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 unit per tahun.

Sejak November 2013 hingga saat ini, PT Velasto Indonesia telah memproduksi 1.177 unit Wintor yang tersebar di seluruh lokasi Indonesia. Kehadiran Wintor diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program mekanisasi dan membantu meningkatkan efektivitas operasional dan produktivitas panen komoditas, tuturnya. irsa

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here