Beranda Sawit Kena BK, Ekspor Sawit Turun 6%

Kena BK, Ekspor Sawit Turun 6%

BERBAGI
Sawit merupakan industri strategis nasional/Ist

Agrofarm.co.id – Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan Ekspor minyak sawit Indonesia termasuk oleochemical dan biodiesel hanya mampu mencapai 2,66 juta ton pada Februrari atau turun 6% dibandingkan Januari lalu yang mencapai 2,84 juta ton.

“Penurunan ekspor ini lebih banyak disebabkan tingginya bea keluar yang dikenakan pada Februari yaitu USD 18 per metrik ton. Hal ini membuat para penghasil minyak sawit menahan penjualan sebaliknya traders juga menahan pembelian,” tandas Fadhil Hasan Direktur Eksekutif GAPKI dalam keterangan resminya, Rabu (12/4/2017).

Dia mengungkapkan, sepanjang Februari tahun ini negara-negara Timur Tengah, Bangladesh, China dan negara-negara Afrika membukukan kenaikan permintaan akan minyak sawit Indonesia.

Sementara itu, negara-negara Timur Tengah mencatatkan kenaikan permintaan yang sangat signifikan yaitu 116% atau dari 104,09 ribu ton pada Januari terkerek menjadi 224,73 ribu ton pada Februari lalu. Sementara kenaikan permintaan dicatatkan Bangladesh sebesar 23%, China 9% dan negara-negara Afrika 3%.

Sebaliknya, katanya, penurunan permintaan minyak sawit Indonesia dibukukan oleh Amerika Serikat, Negara-negara Uni Eropa, Pakistan dan India. Negeri Paman Sam mencatatkan penurunan permintaan sebesar 46% atau dari 100,89 ribu ton pada Januari tergerus menjadi 54,85 ribu ton pada Februari.

“Penurunan ini diekori oleh negara-negara Benua Biru sebesar 43%, Pakistan 25% dan India 13%. Selain dari bea keluar yang tinggi, penurunan permintaan juga disebabkan adanya perlambatan konsumsi masyarakat di India dan banyaknya stok kedelai di Amerika Serikat,” tukasnya. Beledug Bantolo