Beranda Pertanian Kemitraan Jembatan Peternak Sapi Perah Sejahtera

Kemitraan Jembatan Peternak Sapi Perah Sejahtera

BERBAGI
Foto industri susu (Ist).

Agrofarm.co.id-Pemerintah mendorong kemitraan agar kesejaheraan peternak meningkat dan kualitas susu yang dihasilkan sesuai dengan industri pengolahan susu (IPS).

Abdul Rochim, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Direktorat Jenderal Industri Agro, menggatakan bahwa pola kemitraan perlu didorong untuk membangun industri susu yang kondusif.

“Pasokan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan, baik untuk konsumsi maupun bahan baku industri,” tandasnya pada Media Workshop dengan tema Persusuan Nasional yang Berpihak pada Kemaslahatan Bersama di Hotel Atlet Century Park Senayan, Kamis (16/11/2017).

Namun, katanya, bisa perlahan-lahan diatasi dengan mendorong kemitraan antara indusri pengolahan susu dengan koperasi maupun kelompok peternak.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian tengah merancang kebijakan untuk mencapai target rasio Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) vs Susu Impor menjadi 40:60 di tahun 2021,” ungkap Rochim.

Menyikapi Permentan No. 26/2017 mengenai Penyediaan dan Peredaran Susu dan kebijakan persusuan nasional yang tengah dirancang, Jafi Alzagladi Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, kebijakan persusuan yang berpihak pada kemaslahatan bersama merupakan instrumen strategis bagi ketahanan pangan nasional dan menpersempit kesenjangan sosial.

“Kami melihat bahwa dengan kemitraan menjadi jembatan dalam mencapai setidaknya tiga aspek, yaitu peternak sejahtera dalam usaha taninya dan pemenuhan bahan baku bagi industri pengolahan susu serta terpenuhinya konsumsi susu segar guna mewujudkan sumber daya manusia yg sehat dan berkualitas,” terangnya.

Agus Warsito, Ketua Asosiasi Peternakan Sapi Perah Indonesia, menyambut baik program ini karena kemitraan dengan industri merupakan pintu masuk bagi peternak dalam negeri untuk menuju modernisasi cara beternak secara baik dan benar.

“Sehingga bisa menjamin kualitas produk yang memenuhi syarat SNI dan standar yang diharapkan oleh industry. Pada akhirnya peternak menjadi sejahtera karena harga susu dijual ke pabrikan pun bisa lebih tinggi,” ujar Agus

Adapun Konsumsi susu nasional sebesar 5% pun tidak sejalan dengan peningkatan produksi susu segar dalam negeri yaitu 2%. Di lain pihak, tingkat konsumsi susu Indonesia juga masih sangat rendah.

Konsumsi susu penduduk Indonesia baru mencapai sekitar 16,62 kg/kapita/tahun (setara susu segar). Angka ini termasuk yang terandah di Asia Pasifik. masih jauh di bawah negara ASEAN lainnya: Malaysia 36,2; Myanmar 26,7; Thailand 22,2; Philipina 17,8 kg/kapita/tahun. Bantolo