Beranda Pertanian Kementan Siapkan Regulasi Sertifikasi Penyuluh Swadaya dan Swasta

Kementan Siapkan Regulasi Sertifikasi Penyuluh Swadaya dan Swasta

BERBAGI
Hari Priyono Sekjen Kementan, (Ist )

Agrofarm.co.id – Dalam upaya menutupi kekurangan penyuluh pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) akan meningkatkan peran penyuluh swadaya maupun penyuluh swasta. Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan regulasi untuk sertifikasi para penyuluh tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM) Kementerian Pertanian Hari Priyono mengatakan, ditengah moratorium  tenaga PPL (petugas penyuluh lapangan), maka kebijakan 1 desa, 1 penyuluh perlu ditinjau ulang.”Sehingga kita harus meningkatkan peran penyuluh swadaya dan swasta,” kata Hari acara pertemuan regional koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian tahun 2017 di Bogor, Selasa (18/4/2017).

Untuk itu, lanjutnya, sertifikasi bagi penyluh swadaya dan swasta harus dibuat regulasinya. “Melalui sertifikat tersebut mencegah terjadinya penyelewengan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dapat merugikan petani,” ujar Hari juga Sekertaris Jenderal Kementerian Pertanian.

Selain itu, katanya, perijinan bagi perusahaan pertanian yang akan memasarkan produknya juga akan diisyaratkan menyediakan penyuluh sendiri. “Produsen benih dan pestisida ke depan wajib memiliki penyuluh sendiri,” ujar Hari.

Menurutnya, langkah-langkah strategis harus segera dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penyuluh swadaya. Salah satunya pemberian peran yang lebih bagi P4S untuk menjadi penyuluh swadaya serta mengembangkannya menjadi kelembagaan penyuluh pertanian swadaya.

Terkait keterbatasan kompetensi penyuluh, katanya, perlu diatasi dengan harus semakin ditingkatkannya pelatihan bagi penyuluh pertanian khususnya dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memfasilitasi kemitraan usaha dan pasar.

“Fasilitasi penyuluh juga perlu ditingkatkan dalam mengembangkan model-model percontohan sesuai dengan kebutuhan spesifikasi lokasi,” tambah Hari.

Hari menerangkan, sistem penyuluhan harus membuka diri dengan menggandeng penyuluh swadaya dan penyuluh swasta. “Apabila penyuluh masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, maka permasalahan pertanian tidak akan bisa diatasi karena adanya keterbatasan sumber daya dan dana,” ujar Hari.

Ke depan, katanya, pemerintah juga akan mensinergikan antara penyuluh dengan peneliti. Sumber teknologi ada di tangan peneliti dan penyuluh ahli menjabarkan teknologi yang dihasilkan oleh peneliti.  “Untuk itu, peneliti wajib tandem dengan penyuluh,” tuturnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Kementan, Fathan A Rasyid menyatakan, pihaknya akan menyiapkan regulasi untuk sertifikasi bagi penyuluh swadaya maupun penyuluh swasta. “Regulasi tersebut, bisa berupa peraturan menteri pertanian (permentan), keputusan kepala Badan PPSDMP ataupun pedoman teknis,” terangnya.

Fathan mengungkapkan, peran penyuluh sangat penting dalam pembangunan pertanian. Untuk itu, penyuluh harus mempunyai kemampuan untuk memberikan akses tehadap petani mulai dari pasar, teknologi, permodalan dan sarana produksi. Beledug Bantolo

.