Beranda Pertanian Kementan Jamin Stok Pangan Aman Hingga Akhir Tahun

Kementan Jamin Stok Pangan Aman Hingga Akhir Tahun

BERBAGI
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2017 dan Tahun Baru 2018/ist

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan memastikan bahwa stok pangan aman dan harga pangan stabil menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi usai Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di kantor Kementan, Kamis (7/12/2017).

Agung mengatakan, stok ketersediaan pangan hingga akhir tahun aman. Stok beras melebihi kebutuhan, termasuk komoditas-komoditas lain. Meskipun diakuinya, ada beberapa komoditas dipenuhi stoknya dari impor. Khususnya daging sapi, bawang putih dan kedelai. “Secara umum stok pangan aman untuk Hari Natal dan Tahun Baru 2018,” ujar Agung.

Dia menambahkan, harga pangan yang mengalami kenaikan sekitar 4% yakni bawang merah dan cabai merah keriting. “Kenaikan ini merata di berbagai daerah lantaran kondisi cuaca hujan yang akhir-akhir ini cukup tinggi. Namun dia berharap, tidak terjadi lonjakan harga tinggi hingga akhir tahun,” tandasnya.

Adapun data stok beberapa pangan strategis periode Nopember – Desember 2017 . Beras sebanyak 189,5 ribu ton, daging ayam 9,6 ribu ton, telur ayam 72,3 ribu ton, jagung 55,5 ribu ton, minyak goreng 3.508 ribu ton, bawang merah 17,9 ribu ton, cabai rawit 12,6 ribu ton dan daging sapi 20,18 ribu ton.

Sedangkan berdasarkan data Bulog, utamanya untuk komoditas beras bahkan sudah memiliki stok sebesar 1,1 juta ton. “Sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya untuk 5 bulan kedepan,” katanya.

Komoditas lainnya yaitu: gula pasir sebesar 413,9 ribu ton, jagung 29,6 ribu ton, daging sapi 18 ton, daging kerbau 18,5 ribu ton, bawang merah 42,47 ton, bawang putih 300,50 ton dan minyak goreng 1,04 juta liter.

Kemudian stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tercatat per tanggal 6 Desember terpantau melimpah sebanyak 40.356 ton, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya mencapai 39.528 ton.

Dari sisi harga beras di PIBC, semenjak diberlakukannya Permendag No. 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET Beras, menunjukan dari 13 jenis beras yang dipantau stabil dan mengalami penurunan harga terutama cianjur slyp, cianjur kepala, dan setra serta beras IR 64 yang mengalami penurunan sangat tajam hingga mencapai harga Rp 7.800/kg sejak 9 November 2017. Bantolo