Beranda Pertanian Kementan Gandeng Swasta Bangun Pabrik Pakan di Sulbar

Kementan Gandeng Swasta Bangun Pabrik Pakan di Sulbar

BERBAGI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman panen jagung. (Ist)

Agrofarm.co.id –  Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki potensi untuk dijadikan sentra jagung nasional.  Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pembangunan pabrik pakan ternak. Untungnya sudah ada investor yang tertarik membangun di daerah tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, guna mendorong pengembangan jagung, pemerintah melalui Kementan membangun industri pakan ternak. Upaya ini dengan menggandeng para investor baik dari luar negeri maupun dalam negeri, sehingga komoditas pangan yang dihasilkan sampai ke produk akhir yang memberikan nilai tambah untuk petani.

“Bantuan pemerintah di Sulawesi Barat yakni akan bangun feed milk, sudah ada investornya. Jadi jagung kita tanam dulu, kita sudah naikkan produksi jagung kan. Setelah ini berkembang, kita bangun industri pakan ternak. Kita membayangkan nanti, yang keluar pada hasil akhir adalah sosis, bukan daging, sehingga added value nya tinggi. Tapi minimal nanti daging dulu yang keluar. Investornya tersebut ada dari Thaiwan dan investor nasional yang perusahaannya cukup hebat. Yang penting pihak ketiganya ada kepastian,” ungkap Amran Mamuju Tengah, Kamis (27/4/2017).

Terkait hal ini, Amran optimis bahwa kerja sama dengan pihak ketiga atau pelaku usaha mampu memberikan hasil nyata dalam mewujudkan penguatan pangan. Contonya, pembangunan Silo yang terbangun di seluruh Indonesia sampai saat ini yakni kapasitas kurang lebih 3 juta ton per tahun. Pelaku usaha menggunakan modal sendiri, namun pemerintah mendukungnya dengan mendorong petani untuk berproduksi jagung melalui jaminan harga.

“Pelaku usaha di Gorontalo sudah bangun Silo sendiri, Kami sudah lihat langsung juga di Lampung, dan beberapa daerah karena ada kepastian. Harga kita jaga di tingkat petani. Petani sangat gampang kita dorong, beri kepastian harga, meraka akan produksi. Tapi kalau petani rugi, maka akan berhenti produksi,” ujar Amran.

Amran mengatakan pengembangan komoditas pangan strategis tersebut berdasarkan keunggulan potensi pertanian yang dimiliki Provinsi Sulbar sesuai dengan agroklimat dan kultur masyarakat. Menurutnya, keunggulan tersebut belum digarap secara optimal. Oleh karena itu, apabila mulai saat ini digarap, maka mampu menghasilkan pangan bernilai ekonomi tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sulawesi Barat ini adalah daerah baru pemekaran, ini sangat bagus kita bantu. Kemudian apa keunggulanya sesuai dengan agroklimat dan kultur masyarakatnya yakni petama adalah kakao, ini harus didorong. Kedua, kita melihat potensi jagung yang selama ini tidak tergarap. Ketiga, ada sawit, kami integrasikan dengan jagung, ini yang kita lakukan panen dan perlu kita dorong di Sulawesi Barat. Kemudian, padi juga kita dorong agar swasembada,”  jelas Amran. Beledug Bantolo