Kementan dan Bulog Bersinergi Serap Gabah Petani

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen padi/Ist

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog akan bersinergi untuk menyerap sebanyak-banyaknya gabah petani dari Bulan Februari, Maret dan April mendatang.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada acara Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upaya Khusus (Upsus) Tahun 2017 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Rabu (3/1/2017).

Dia menambahkan, pada akhir Januari 2018 sudah masuk panen puncak. Hingga kini stok beras di gudang Bulog masih aman sekitar 1 juta ton.

Amran menyebutkan, luas tanam padi saat ini mencapai 5-6 juta hektare (ha), maka akan dihasilkan 30 juta gabah atau 15 juta ton beras.

“Tiap hari panen dan paling penting pertanian berubah dari tradisional menjadi modern. Sekarang menanam dan panen menggunakan alsintan, sementara dahulu memakai sabit, cangkul dan kerbau,” katanya.

Menurutnya, ada paradigma baru Kementan dalam upaya mengantisipasi musim paceklik yang terjadi pada November sampai Januari.

“Untuk itu, kita menanam padi pada tiga bulan sebelumnya. Biasanya luas tanam 500.000 ha, namun sekarang ditingkatkan menjadi 1 juta ha,” tuturnya.

Dalam upaya mengejar luas tanam itu, pihaknya menggenjot program pompanisasi, dan embung di berbagai daerah. “Jadi kita mengoptimlkan seluruh air hujan di Indonesia,” ujar Amran.

Selain itu, lanjutnya, memperbaiki irigasi tersier sekitar 3,5 juta ha dan membagikan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 300.000 unit. Imbasmya indeks pertanaman meningkat, otomatis produksi maupun luas tanam naik.

“Alhasil saat ini Indonesia tidak impor beras, jagung, bawang merah dan cabai selama dua tahun. Bahkan sebelumnya kita impor jagung, tahun 2017 tidak impor. Kemudian bawang merah sudah ekspor ke lima Negara,” tambahnya. Bantolo

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*