Beranda Pertanian Kementaan Gandeng TNI-AD Tingkatkan Populasi Sapi dan Kerbau

Kementaan Gandeng TNI-AD Tingkatkan Populasi Sapi dan Kerbau

209
BERBAGI
Kementan dan TNI-AD kerjasama tingkatkan populasi sapi. (Ist)

Agrofarm.co.id –  Dalam upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD).

“Kerjasama ini dilakukan untuk mempercepat pencapaian kecukupan pangan hewani asal ternak, termasuk di dalamnya keberhasilan Upaya Khusus Sapi induk Wajib Bunting (Upsus Siwab),” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita di kantornya, Jumat (27/4/2017).

Menurutnya, perjanjian kerjasama ini untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Menteri Pertanian dengan Panglima TNI Nomor 10/MoU/RC.120/M/12/2016 tentang Ketahanan Pangan.

Sebagaimana diketahui bahwa terkait dengan penyediaan pangan hewani asal ternak,  Kementan mempunyai program percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam rangka pemenuhan daging sapi dan kerbau di dalam negeri. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Lebih lanjut, katanya, Upsus Siwab merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau secara masif dan serentak, melalui pendekatan sistem manajemen reproduksi yang terdiri dari unsur-unsur: (a) pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, (b) pelayanan inseminasi buatan (IB) dan kawin alam, (c) pemenuhan semen beku dan nitrogen cair, (d) pengendalian pemotongan sapi/kerbau betina produktif, dan (e) pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

“Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengejar swasembada sapi tahun 2026 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. Pada tahun 2017, kita targetkan kebuntingan ternak sapi dan kerbau mencapai 3 juta ekor,” ungkap Ketut.

Selain itu, katanya, target lain yang akan dicapai yaitu menurunnya angka penyakit gangguan reproduksi dan menurunnya pemotongan sapi betina produktif,” tandasnya.

Untuk mensukseskan pelaksanaan Upsus Siwab, pihaknya perlu dukungan dan sinergi dengan TNI yang bertujuan untuk peningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia.

Dia menambahkan, TNI-AD sebagai instansi negara bidang pertahanan negara yang tugas pokoknya dalam pemberdayaan wilayah pertahanan di darat, serta menciptakan kondisi sosial wilayah yang kondusif dan ketersediaan logistik wilayah. “Sehingga diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau,” terang Ketut.

Wakil Asisten Teritorial (Aster) TNI-AD Brigjen TNI Budi Sulitijono mengungkapkan, suatu kebanggaan dan kehormatan TNI menjadi bagian suntuk mewujudkan swasembada pangan nasional. “Kami akan mendukung program Upsus Siwab. TNI akan melakukan pengawalan dan pengawasan sistem reproduksi sapi peternak,” katanya.

Dalam kerjasama ini, Ditjen PKH Kementan dan TNI-AD akan bersama-sama menggerakan peternak dan petugas teknis dalam pelayanan Upsus Siwab. Kedua belah pihak juga akan meningkatkan kapasitas aparatur, personil TNI AD (Babinsa), dan peternak dalam rangka pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab, serta melakukan pendampingan kegiatan Upsus Siwab dalam rangka pengembangan sapi dan kerbau, terutama untuk pengembangan perbibitan sapi Brahman Cross ex impor yang ada di Aceh, Sumatera Utara dan Riau.

Sementara itu, pelaksanaan kerjasama ini akan ditindaklanjuti oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak dan Direktur Pakan, sedangkan dari pihak Aster TNI AD yaitu Perwira Pembantu III/Perlawanan Wilayah Staf Teritorial Angkatan Darat (Paban III/Wanwil Sterad). Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here