Beranda Industri & Keuangan Kemendag Jemput Bola Tingkatkan Hubungan Dagang dengan Filipina

Kemendag Jemput Bola Tingkatkan Hubungan Dagang dengan Filipina

BERBAGI
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda/ist

Agrofarm.co.id-Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor produk nonmigas ke Filipina meningkat menjadi USD 5,84 miliar untuk tahun 2017. Salah satu strateginya yaitu melalui kerja sama Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) dengan Konjen RI di Davao City, Filipina lewat Business Matching Session Indonesia-Filipina, yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (5/9/2017).

Business Matching Session Indonesia-Filipina merupakan upaya jemput bola untuk meningkatkan hubungan dagang Indonesia dengan Filipina, khususnya Indonesia Timur dengan Filipina Selatan. Pemerintah optimistis karena ada banyak komoditas yang memiliki prospek potensial untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Kedua negara dapat mengeksplorasi peluang bisnis potensial yang dapat memperkuat perdagangan, meningkatkan kerja sama bisnis, serta mendukung ekonomi kedua negara, ujar Dirjen PEN,

Arlinda. Arlinda mengatakan, produk-produk Indonesia yang diminati delegasi bisnis Filipina antara lain makanan dan bahan pangan, tepung jagung, produk pertanian, pupuk, semen, produk kelapa, dan baja.

Dalam business matching kali ini, terjadi kesepakatan bisnis antara PT. Semen Indonesia dengan Certuro Structural Specialist Inc. Kerja sama akan mulai dijalankan pada Oktober 2017.

Business matching ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan pengusaha Mindanao, Filipina untuk mengeksplorasi peluang bisnis kedua negara lebih jauh lagi. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut forum yang membahas pemanfaatan jalur laut antara Indonesia dan Filipina yang dilaksanakan di Bogor pada Agustus lalu.

Kegiatan business matching dihadiri oleh 33 pelaku usaha Indonesia dan 14 pelaku usaha Filipina. Acara turut dihadiri oleh Konjen RI di Davao City dan perwakilan Pemerintah Kota Davao City. Filipina merupakan mitra dagang Indonesia terbesar kelima di kawasan Asia Tenggara.

Total perdagangan Indonesia-Filipina untuk produk nonmigas mencapai USD 6,07 miliar pada tahun 2016, dan pada periode Januari-Mei 2017 tercatat sebesar USD 2,84 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Filipina didominasi oleh kendaraan, makanan olahan, minyak nabati, kertas, produk karet, dan karet.

Di sisi lain, komoditas ekspor Filipina ke Indonesia terutama berasal dari tembaga, polipropilena, gir untuk kendaraan bermotor, aksesoris kendaraan bermotor, dan perangkat elektronik. diany