Beranda Industri & Keuangan Kemendag Gandeng Pemda, Kawal Harga Bapok Jelang Lebaran 2017

Kemendag Gandeng Pemda, Kawal Harga Bapok Jelang Lebaran 2017

BERBAGI
foto ist

Agrofarm.co.id-Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa di Bulan Ramadhan, harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) terkendali. Komoditas yang sempat mengalami pergerakan harga, yakni bawang putih, mulai berangsur stabil setelah Pemerintah mengatur tata niaga impornya dan menjembatani komunikasi antara importir, distributor, pedagang besar, dan ritel modern.

“Masyarakat Kota Semarang bisa melakukan ibadah puasa dengan tenang, ibu-ibu bisa belanja dan beribadah dengan tersenyum karena semua terkendali dan bapok bisa dibeli dengan harga yang terjangkau,” kata Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana. Eva melakukan Kunjungan Kerja ke Semarang, Jawa Tengah, hari ini (4/6/2017).

Bersama dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Lokasi yang dipantau adalah Pasar Rakyat Johar, Pasar Rakyat Peterongan, serta ritel modern yaitu Giant di Jl. Siliwangi dan Carrefour di Jl. Pemuda, Semarang. “Menurut pantauan kami, harga bapok di Semarang relatif stabil baik di pasar rakyat maupun di ritel modern, malah cenderung ada yang turun. Kemudian untuk pasokan juga aman,” kata Eva.

Dari hasil pantauan di Pasar Johar dan Pasar Peterongan, diketahui harga rata-rata untuk beras medium Rp9.000,00/kg, gula pasir Rp13.000/kg, minyak goreng curah Rp10.350,00/liter, daging sapi Rp95.000,00/kg, daging ayam ras Rp29.000,00/kg, telur ayam ras Rp19.000,00/kg, cabai merah keriting Rp15.000/kg, cabai merah besar Rp15.000,00/kg, cabai rawit merah Rp27.000,00/kg, bawang merah Rp20.000,00/kg, dan bawang putih jenis honan Rp35.000,00/kg.

Sementara itu, di ritel modern Giant dan Carrefour, harga komoditas telah mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah. HET untuk gula pasir adalah Rp12.500,00/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000,00/liter, dan daging sapi beku Rp 80.000,00/kg. Menurut Eva, secara nasional stok minyak goreng, gula, beras, dan daging sapi sudah tersedia dan akan digelontorkan jika terjadi kelangkaan pasokan dan kenaikan harga.

Stok minyak goreng yang ada di pemerintah saat ini sebanyak 1,5 juta liter, gula tersedia 460 ribu ton, stok beras melimpah mencapai 2,1 juta ton, serta daging sapi beku sebanyak 40 ribu ton dan 51 ribu ton lainnya sedang dalam perjalanan. Pengendalian harga, menurut Eva, juga merupakan upaya mencapai target inflasi 2017 sebesar 4%+1%. “Untuk mencapai target inflasi 2017 sebesar 4%+1% perlu dilakukan antisipasi kenaikan harga menjelang Puasa dan Lebaran 2017 baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, terutama inflasi volatile food yang harus dijaga di bawah 5%,” imbuh Eva.

Upaya Pemerintah Menekan Harga Menjelang bulan puasa dan Lebaran tahun ini, salah satu upaya yang ditempuh oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mensiagakan jajarannya mengawal harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan memerintahkan Pejabat Eselon I melakukan roadshow ke semua provinsi di Indonesia untuk berkoordinasi dengan dalam untuk menjaga harga dan pasokan bapok. Selain itu, Pemerintah secara intensif melakukan rapat koordinasi dan pemantauan langsung dengan instansi terkait.

Pemerintah pun merangkul para pelaku usaha agar berkontribusi menerapkan HET untuk gula, minyak goreng, dan daging beku; serta menugaskan Bulog untuk menstabilkan harga. diany