Beranda Kehutanan Kayu Ringan Indonesia Siap Serbu Pasar Eropa

Kayu Ringan Indonesia Siap Serbu Pasar Eropa

197
BERBAGI
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda?Ist

Agrofarm.co.id-Produk kayu ringan (light wood) Indonesia sukses mencatat estimasi transaksi USD 22,5 juta dalam Pameran Interzum yang berlangsung pada 16-19 Mei 2017 di Cologne, Jerman.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menegaskan, keikutsertaan ini merupakan upaya agar kayu Indonesia dapat semakin diterima di pasar Jerman dan lebih luas di pasar Eropa. Produk kayu ramah lingkungan yang berasal dari hutan yang berkesinambungan merupakan kunci sukses produk kayu Indonesia di Eropa.

“Melihat karakteristik pasar Eropa yang peduli pada kelestarian lingkungan hidup, maka dengan adanya penerapan lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) oleh Indonesia, daya saing produk kayu Indonesia akan semakin meningkat, khususnya di pasar Eropa,” tegas Arlinda, dalam rilis yang diterima Agrofarm, (27/5/2017).

Selama 4 hari penyelenggaraan pameran, Paviliun Indonesia tampil memukau dengan desain khusus berkonstruksikan kayu ringan ramai dikunjungi buyers mancanegara. Pengunjung tidak hanya datang dari kawasan Uni Eropa, melainkan juga dari benua Amerika, Asia, Afrika, maupun Australia.

Selain capaian estimasi transaksi, produk kayu ringan Indonesia juga menarik sebanyak 404 inquiries. Ekspor kayu dan produk kayu Indonesia ke Uni Eropa periode 2012-2016 mengalami tren pertumbuhan positif 3,19% dengan total nilai ekspor USD 1,03 miliar pada 2016. Sementara nilai ekspor kayu dan produk kayu ke Jerman pada 2016 sebesar USD 170,78 juta.

Adapun pada Januari-Februari 2017, ekspor kayu dan produk kayu Indonesia juga meningkat 0,35% dengan nilai ekspor USD 1,62 miliar. Nilai ekspor per Januari-Februari 2017 untuk komoditas utama produk industri kehutanan, yaitu kertas sebesar USD 559,70 juta (34%), plywood USD 351,24 juta (22%), pulp USD 235,64 juta (15%), furnitur USD 227,61 juta (14%), dan kayu olahan USD 175,58 juta (11%).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kesempatan para eksportir Indonesia untuk memasok produk kayu ke Jerman dan Uni Eropa sangat terbuka lebar. Jerman adalah importir terbesar keempat untuk kayu dan produk kayu dari seluruh dunia, mengungguli Inggris, Italia, dan Prancis. diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here