Karantina Pertanian Musnahkan 412 Ekor Burung Impor

Risma J. Silitonga, Kepala Bidang Karantina Hewan BBKP Soekarno Hatta/ist

Agrofarm.co.id-Sebanyak 412 ekor burung impor terdiri dari 92 ekor burung merak dan 320 ekor love bird dimusnahkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno Hatta. Burung-burung indah ini dimusnahkan setelah menjalani uji flu burung, dan dinyatakan positif. Bahkan beberapa ekor burung mati selama masa karantina di Instalasi Karantina Hewan.

“Bersyukur kita dapat mendeteksi lebih awal, sebelum burung ini tersebar di lingkungan masyarakat,” tegas Risma J. Silitonga, Kepala Bidang Karantina Hewan BBKP Soekarno Hatta dalam keterangan resminya, Rabu (21/2/2018).

Risma menambahkan tidak dapat dibayangkan bila burung-burung ini dilepas ke masyarakat dengan kondisi terinfeksi, bahkan tidak mungkin membawa jenis baru flu burung.

“Pemerintah kita sudah bersusah payah berupaya membebaskan Indonesia dari Flu Burung, dan tidak ingin munculnya wabah baru akibat importasi unggas,” jelasnya.

Lebih lanjut Risma menyatakan pemusnahan burung ini dilakukan dengan kaidah dan SOP sesuai dengan kesejahteraan hewan. Pihak karantina menggunakan gas CO2 terlebih dahulu sebagai bahan eutanasia, dan selanjutkan dibakar dan dikubur dalam tanah.

Pemusnahan ini disaksikan oleh pemilik, instansi terkait dan pemerintah daerah di Instalasi Karantina Hewan yang berlokasi di Kramat Jati Jakarta Timur. Selain itu dimusnahkan pula 49 ekor burung kenari impor yang tidak memenuhi persyaratan karantina.

Petugas karantina selanjutnya melakukan desinfeksi pada seluruh bagian instalasi baik kandang atau peralatan lain yang kontak dengan burung untuk mencegah adanya virus yang tertinggal.

Risma berharap kejadian ini tidak membuat masyarakat resah karena temuan penyakit ini masih dalam pengendalian karantina. Kedepan diharapkan masyarakat benar mematuhi prosedur impor unggas yang benar, agar tidak menimbulkan kerugian finansial dan penyebaran penyakit di wilayah Indonesia. Bantolo

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*