Beranda Success Story Jenderal DR Moeldoko – Swasembada Pangan, Harus!

Jenderal DR Moeldoko – Swasembada Pangan, Harus!

BERBAGI

Agrofarm.co.id – Kedaulatan pangan itu perlu. Negara tak akan kuat jika mengisi perut rakyat saja didapatkan dari negara lain. Walau punya duit banyak, tapi jika tak ada bahan makanan yang bisa dibeli. Alamat negara itu mudah diinvasi negara lain.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh

Presiden Joko Widodo. Dukungan itu berupa pendampingan Babinsa terhadap petani dan lahan-lahan TNI dapat dikelola oleh swasta maupun petani untuk pembangunan pertanian.

Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengungkapkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendukung penuh swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Buktinya lahan-lahan TNI siap dikelola untuk pertanian. Ada skema kerjasama lahan TNI dengan petani atau pengusaha. Jadi tidak diberikan cuma-cuma karena ini tanah negara. Di daerah-daerah masih cukup luas seperti di Blitar, Tulung Agung dan Jawa Tengah untuk dijadikan lahan pertanian.

Dia menambahkan, skema kerjasama ini dimana panglima di daerah atau Kodam sebagai kuasa pengguna. Apabila ada kerjasama dengan pihak ketiga. TNI ini pun harus meminta izin kepada Kementerian Keuangan. Ada kerjasama operasi atau pinjam pakai dalam waktu pendek dalam satu tahun.

“Kita tidak bisa sendirian dalam mewujudkan swasembada pangan karena TNI sifatnya membantu. Misalnya ketika mengunjungi Tanjung Datuk daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia masyarakat disana meminta ada pembukaan lahan pertanian baru,” ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, petani yang akan menggarap tanah negara itu melaporkan kepada Menteri Pertanian agar dibukakan lahan pertanian. Kementan memberi traktor dan TNI membantu tenaga disana. Jadi TNI tidak boleh melampaui tugas kementerian teknis. “Ada prosedur yang TNI lakukan. Prinsipnya TNI mem-back-up pemerintah daerah dan masyarakat,” tegas pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini.

Moeldoko menerangkan, alasan TNI mendukung program swsembada pangan. Berdasarkan sistem pertahanan Negara Indonesia menganut sistem pertahanan semesta maknanya, apabila negara mengalami invasi dari negara luar negeri, maka seluruh sumber daya nasional akan

dimobilisasi untuk pertahanan. Termasuk ketersediaan pangan, bisa dibayangkan jika Indonesia malah menggantungkan perutnya pada negara lain. “Impor pangan itu layaknya infus, infus dicabut mati, “ujar Jenderal bintang empat ini prihatin.

Sistem pertahanan yang digunakan dalam TNI itu diantaranya menganut kompartemenisasi. Misalnya Kalimantan mendapat ancaman, maka harus mempertahankan zonanya sendiri secara mandiri, jika tidak kuat akan diberi bala bantuan dari pusat.

“Sangat penting sekali mengamankan pasokan pangan di daerah-daerah tersebut, seperti perbatasan. TNI lah yang berperan aktif mendampingi petani agar produksi mereka bagus dan mencukupi kebutuhan mereka sendiri, “sebut Moeldoko lagi.

Dari sisi ketahanan nasional, menjaga ketahanan pangan itu baik. Akan lebih bagus lagi menuju pada kedaulatan pangan dan

swsaembada pangan. Ketahan pangan itu tidak peduli barangnya darimana karena yang penting bisa makan. Tapi berdaulat pangan artinya mandiri tanpa menggantungkan pasokan dari luar.

“Akan tetapi bicara pada kedaulatan pangan, maka pasokan pangan harus dari dalam negeri. Apabila suatu saat negara tidak punya duit, maka tidak bisa beli pangan. Akibatnya akan terjadi goncangan. Ketahanan pangan negara menjadi lemah dan stabilitas nasional bisa terganggu. “Apabila Indonesia tidak bisa swasembada pangan Indonesia menjadi negara yang lemah,” ujar Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini. (Beledug Bantolo)