ISPO Dorong Perbaikan Tata Kelola Sawit

Rino Afrino, Wakil Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO)/ist

Agrofarm-Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) berharap ISPO dapat mendorong perbaikan tata kelola perkebunan sawit.

Rino Afrino Wakil Sekretaris Jenderal (Apkasindo) menambahkan, kunci sukses dari pelaksanaan ISPO harus ada kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha perkebunan sawit. Apapun kebijakannya, petani dilibatkan dan dimasukan dalam tim, karena ini dapat mempercepat akselerasi ISPO.

Dia menambahkan, kebijakan ISPO harus diikuti oleh terciptanya regulasi percepatan penyelesaian masalah yang dialami oleh petani. “Penyelesaian lahan di kawasan hutan, gambut, surat tanda daftar budidaya (STDB), akses pasar, sarana prasarana dan permodalan,” jelasnya belum lama ini di Jakarta.

Selain itu, katanya, kebijakan ISPO harus mendorong perbaikan tata kelola perkebunan, meningkatkan keberterimaan pasar dan peningkatan daya saing. Infrastruktur merupakan hal yang penting untuk dibangun. Tandan Buah Segar (TBS) terlambat karena jalan rusak, mengakibatkan harga turun.

Selain itu, katanya, pemerintah dapat membuat peraturan yang fleksibel. Misalnya dalam program replanting tidak anti satu atap. Satu atap merupakan pilihan, namun ada koperasi mampu dan bankable dapat dilakukan secara mandiri.

Kemudian peningkatan promosi ISPO dalam maupun luar negeri. Mandatori ISPO untuk petani sawit 2020 itu tidak mungkin. Namun diberi tenggang waktu 5 tahun lagi dengan kondisi yang sangat kompleks.

Menurutnya, jika memang belum siap, maka mandatori ISPO petani diundur dari 2020 menjadi tahun 2025. “Usulan kami pemerintah membantu petani untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Untuk itu, mandatori dapat diundur menjadi 2025 setelah masalah petani dapat terselesaikan,” ungkapnya. Bantolo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*