Beranda Pertanian Inilah Upaya Kementan Agar Daging Hewan Kurban Layak Dikonsumsi

Inilah Upaya Kementan Agar Daging Hewan Kurban Layak Dikonsumsi

92
BERBAGI
I Ketut Diarmita Dirjen PKH Kementan/Ist

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus melakukan pengawasan untuk penjaminan keamanan dan kelayakan daging hewan kurban yang dibagikan dan dikonsumsi setiap pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

“Kami terus meningkatkan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner setiap pelaksanaan ibadah qurban, terutama pada Hari Raya Idhul Adha 1438 H (2017 M),” ungkap I Ketut Diarmita Dirjen PKH Kementan dalam siaran persnya, Sabtu (2/9/2017).

“Untuk itu kami telah nenerjunkan 120 orang petugas medik veteriner dan paramedik veteriner yang telah kami latih untuk melakukan pengawasan di wilayah Jabodetabek,” tambahnya.

Terkait dengan adanya temuan di lapangan seperti cacing pada organ hati hewan qurban yang dikhawatirkan tidak layak untuk dikonsumsi, Ketut Diarmita menyebutkan, hewan tersebut sebenarnya masih dapat dikatakan hewan kurban dan layak untuk dikonsumsi. Namun, disarankan agar sebaiknya daging tersebut dimasak hingga matang atau dimasak dengan air mendidih secepat-cepatnya 10 menit untuk memastikan daging yang diperoleh tidak mengandung binatang yang membahayakan,.

Dia menjelaskan, Fasciola gigantica nama biominal cacing hati, hanya hidup pada pembuluh darah organ hati hewan ternak tersebut. Cacing hati hanya berada di sebagian kecil organ hati, sehingga setelah dibuang bagian tersebut, maka sisa organnya yang masih sehat aman untuk dikonsumsi, kata I Ketut Diarmita.

Apabila cacing hati sudah memenuhi seluruh bagian organ hati, maka sebaiknya organ hati tersebut direjek atau diafkir seluruhnya, ujar Ketut. Dia menambahkan, cacing hati itu biasa pada hewan. Di RPH (Rumah Potong Hewan) juga sering ditemukan.

Dalam upaya meningkatkan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, Ditjen PKH telah melakukan beberapa hal diantaranya

Pertama, dalam rangka persiapan menghadapi Hari Raya Idul Adha, telah dilakukan:

a. Menerbitkan Surat Edaran Nomor 20039/PK.400/07/2017 tanggal 20 Juli 2017 tentang Peningkatan Kewaspadaan Zoonosis terhadap Hewan/Ternak dan Pengawasan Pelaksanaan Dalam Rangka Idul Adha 1438 H, yang ditujukan kepada Kepala Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh provinsi di Indonesia;. Pada tanggal 22 Agustus 2017 menyusul diterbitkan surat edaran no 22009/PK.320/F.1/08/2017 tentang kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular strategis khususnya dalam rangka persiapan menjelang hari raya qurban yang semakin dekat waktunya.

b. Untuk memudahkan pelaporan petugas dan informasi dari daerah, telah disiapkan system pelaporan melalui SMS Gateway yang terintegrasi iSIKHNAS on-line. Data jumlah ternak yang dipotong dalam pelaksanaan kurban 2017 ini dapat dipantau melalui website iSIKHNAS;

c. Pembentukan Tim Bantuan Pengawasan Hewan Kurban 1438 H telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 7829/Kpts/OT.050/F/08/2017 tanggal 7 Agustus 2017. Sejumlah 120 orang petugas teknis diturunkan ke lapangan di wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Adapun tugas Tim adalah:

  1. Melaksanakan koordinasi dengan Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di daerah tugas;
  2. Melaksanakan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan teknis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah;
  3. Melaporkan hasil pelaksanaan pemantauan kurban;
  4. Mendokumentasikan pelaksanaan pemantauan kurban.

d. Telah dilaksanakan Bimbingan Teknis Penataan Kurban untuk Tim Pemantau Hewan Kurban bekerjasama dengan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (ASKESMAVETI);

e. Advokasi penanganan hewan kurban, penyembelihan halal dan penanganan daging kurban yang higienis serta pedoman kesejahteraan hewan kurban juga dilakukan melalui pembuatan leaflet dan video, serta bimbingan teknis secara langsung;

f. Fasilitasi pembanguan tiga (3) unit Model Fasilitas Sarana Pemotongan Hewan Kurban atau Prototype di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan melalui pemberian dana Tugas Pembantuan kepada Provinsi DKI Jakarta.

Kedua, loordinasi persiapan pengawasan hewan kurban terutama untuk daerah se-Jabodetabek dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2017 dengan mengundang Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan wilayah Jabodetabek, perwakilan dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB), Perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan perwakilan dari Kementerian Agama

Ketiga, untuk mendukung pelaksanaan pemotongan kurban nasional, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan program penataan pelaksanaan kurban nasional sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 /Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Peraturan ini mengatur persyaratan minimal yang harus dipenuhi di lokasi yang akan dipergunakan untuk pemotongan hewan kurban serta tatacara penyembelihan hewan kurban sesuai aspek teknis dan syariah. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here