Beranda Industri & Keuangan Industri Pengolahan Nonmigas Hanya Ditarget Naik 1,2%

Industri Pengolahan Nonmigas Hanya Ditarget Naik 1,2%

BERBAGI

Agrofarm.co.id – “Industri nonmigas yang menjadi unggulan adalah pangan, farmasi, kosmetik dan alat kesehatan, tekstil dan alas kaki, dan hulu agro,” ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin, di Kementerian Perindustrian, Gatot Subroto, Jakarta.

Kemeperin telah melakukan pengendalian ekspor bahan mentah dan sumber energi serta meningkatkan penguasaan teknologi dan kualitas SDM. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan wilayah pengembangan industri dan kawasan industri serta menyediakan langkah afirmatif berupa perumusan kebijakan.

Pemerintah menargetkan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini naik 1,2% menjadi 21,2% dari tahun sebelumnya 20%. Hal itu dapat dilihat dalam beberapa tahun terakhir. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus meningkat. Selain itu, nilai investasi manufaktur tahun ini diharapkan naik menjadi Rp 271 triliun dari tahun lalu Rp 195 triliun. Dengan investasi sebesar itu, penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur ditargetkan mencapai 15 juta orang.

Berdasarkan catatan tahun lalu, investasi manufaktur turun 3,4% menjadi Rp 195 triliun, dibanding tahun sebelumnya 2013 Rp 202 triliun. Jumlah itu di bawah target yang dipatok Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Rp 210 triliun.

Sementara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di sektor manufaktur tahun lalu Rp 59 triliun, tumbuh 15,23% dibanding 2013 sebesar Rp 51,2 triliun. Namun, Penanaman Modal Asing (PMA) melorot 17,7% menjadi USD 13 miliar (Rp 136 triliun) dari USD 15,8 miliar (Rp 151 triliun).

“Investor asing melihat di Indonesia tidak ada kepastian hukum, sehingga tidak menarik untuk investasi. Akses pasar untuk penjualan produknya juga tidak ada. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki kerja sama perdagangan bebas (free trade) dengan negara tujuan ekspor mereka,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat.

Ade melanjutkan, rendahnya minat asing berinvestasi di Indonesia dimanfaatkan oleh investor lokal untuk mengembangkan bisnisnya. “Asing tidak masuk, sehingga sedikit mengurangi ketatnya persaingan di pasar. Hal ini dimanfaatkan oleh investor dalam negeri,” ujar Ade.

Adapun investasi di sektor manufaktur menyumbang 42% terhadap total investasi di Indonesia tahun lalu sebesar Rp 463,1 triliun. Sektor manufaktur menyumbang porsi investasi terbesar dibanding sektor lainnya di Tanah Air. Di sisi lain, Saleh Husin menyambut baik rencana pemerintah menaikkan royalti seluruh hasil tambang. Meski begitu, sebelum kebijakan ini diberlakukan, Saleh meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait.

“Kebijakan ini sangat baik untuk mendorong penerimaan negara. Yang jelas, Kemenkeu harus memberi tahu mekanisme peraturannya kepada kementerian lain,” ujar dia.

Saleh menuturkan, kebijakan ini tidak akan membebani pengusaha. Pemerintah tidak mungkin mengeluarkan kebijakan yang merugikan pelaku usaha. Dia menambahkan, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terus turun karena harga minyak dunia juga turun. Untuk itu, salah satu cara untuk mendorong PNBP adalah menaikkan royalti tambang. Dia tidak menyebutkan berapa potensi penerimaan negara dari kebijakan tersebut. (Irsa Fitri)