Beranda Industri & Keuangan Indonesia-AS Bahan Kasus Tuduhan Dumping di TIFA ke-16

Indonesia-AS Bahan Kasus Tuduhan Dumping di TIFA ke-16

117
BERBAGI
foto ist

Agrofarm.co.id-Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan melakukan pertemuan guna membahas beberapa isu perdagangan dan investasi dalam kerangka Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) pada tanggal 12- 13 Juni 2017.

“Dalam pertemuan ke-16 ini, Indonesia dan AS menggunakan format yang sedikit berbeda. Pada TIFA sebelumnya seluruh isu teknis dinegosiasikan oleh Pimpinan Delegasi, namun kali ini Pemerintah Indonesia dan AS sepakat untuk melibatkan kementerian atau badan pemerintah terkait dari kedua negara yang menangani isu-isu teknis tersebut untuk berdiskusi langsung dengan mitra kerjanya,” jelas Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Iman Pambagyo selaku Ketua Delegasi Indonesia pada forum TIFA kali ini.

Dalam pertemuan dua hari di Washington D.C, beberapa diskusi teknis (breakout session) dilakukan secara paralel. Iman menjabarkan beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia yang akan dibahas dalam perundingan antara lain adalah kerja sama Hak Kekayaan Intelektual, kasus-kasus tuduhan dumping dan subsidi khusunya terhadap biodiesel Indonesia, ketentuan terkait produk makanan dan minuman di AS, serta isu perikanan.

“Pada hari pertama, akan dibahas juga arah kebijakan Pemerintah AS saat ini di mana Indonesia mempunyai banyak sekali pertanyaan dan permintaan klarifikasi, misalnya mengenai Executive Order, perjanjian perdagangan AS dengan negara mitra dagangnya seperti NAFTA, serta kebijakan lainnya. Di lain pihak, AS juga ingin mengetahui arah kebijakan Indonesia saat ini termasuk sejumlah perundingan bilateral yang sedang dan akan dilakukan,” ungkap Iman.

Sementara itu, isu yang menjadi perhatian AS selain penegakan HAKI adalah regulasi Indonesia mengenai peredaran susu, tingkat kandungan dalam negeri (local content), lokalisasi data, dan national payment gateway. diany

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here