Beranda Liputan Khusus Indonesia Ajak Malaysia dan Thailand Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit

Indonesia Ajak Malaysia dan Thailand Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit

1156
BERBAGI
Foto : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (ist)

Agrofarm.co.id-Indonesia mengajak negara Malaysia dan Thailand untuk melawan kampanye hitam kelapa sawit.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 ASEAN di Manila, Filipina.

Dia menambahkan, dalam kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) juga sangat potensial. Ia menambahkan di wilayah IMT-GT ini dari total populasi itu sekitar 81 juta, itu sekitar 13 persen dari total populasi ASEAN.

“Dari segi labour force terdapat 38,3 juta yang berarti bahwa 12,2 persen dari total labour force ASEAN. Perdagangan di antara mereka itu mencapai USD416 miliar, yang berarti 18,3 persen dari total perdagangan ASEAN. Di situ kita melihat bahwa potensinya sangat besar sekali,” kata Retno dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (29/4/2017).

Untuk annual growth, Menlu menyampaikan bahwa rata-rata dari 2010-2015 adalah 6,9 persen yang angkanya cukup tinggi.

Jika dilihat nature dari kerja sama ini, menurut Menlu, antara lain yang kuat adalah di bidang perkebunan dan basis dari perkebunan yakni kelapa sawit.

“Pesan utama Presiden tadi adalah bahwa kita tahu potensinya, kita tahu banyak penduduk kita yang tinggal di situ, kita tahu pertumbuhannya banyak, dan kita tahu bahwa pertumbuhan ini antara lain didukung oleh sektor perkebunan, antara lain kelapa sawit. Kita melihat akhir-akhir ini kelapa sawit itu kita menerima banyak sekali kampanye hitam mengenai kelapa sawit,” jelas Menlu sampaikan pesan Presiden Joko Widodo.

Sebagai contoh, Menlu sampaikan terakhir adalah resolusi parlemen eropa mengenai kelapa sawit yang sangat diskriminatif. Ia menambahkan Indonesia dan Malaysia sudah membentuk apa yang dinamakan Council of palm oil producing countries (CPOPC).

“Tadi Presiden mengajak juga Thailand agar bergabung dengan Indonesia dan Malaysia di dalam konteks CPOPC dan bersama-sama untuk melawan kampanye hitam yang dilakukan oleh berbagai pihak terhadap kelapa sawit,” pungkas Menlu seraya sampaikan bahwa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi didukung sepenuhnya oleh PM Malaysia. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here