Beranda Pertanian Indonesia Raih Peringkat 21 Dalam Indeks Keberlanjutan Pangan Dunia

Indonesia Raih Peringkat 21 Dalam Indeks Keberlanjutan Pangan Dunia

BERBAGI
Foto :Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Ist)

Agrofarm.co.id-Indonesia berhasil meraih peringkat 21 dalam Indeks Keberlanjutan Pangan atau Food Sustainability Index (FSI) yang dirilis dari Lembaga riset dan analisis ekonomi internasional di Inggris, Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation.

“Tadi subuh saya terima pesan pendek, indeks pertanian Indonesia berada di urutan ke-21 dunia dari 113 negara,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka halal bihalal di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, (3/7/2017).

Dia menambahkan, capaian tersebut bisa diraih Indonesia bukan tanpa alasan, namun berkat kerja keras berbagai pihak. “Produksi baik, harga stabil, ini berkat kerja keras kita semua. Ini merupakan pertanda baik bagi Indonesia,” ujar Amran.

Adapun hasil riset tersebut menunjukkan bahwa pertanian Indonesia masuk 25 besar dunia. Negara yang diteliti dengan pertimbangan 2/3 penduduk dunia berada di 25 negara tersebut dan sudah mencakup 87 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Dunia.

Riset FSI disusun dari 58 indiaktor mencakup empat aspek yakni secara keseluruhan (overall), pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), kehilangan atau susut pangan dan limbah (food loss and waste) serta aspek gizi (nutritional challenges).

Secara keseluruhan, Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Untuk sustainable agriculture, Indonesia bercokol di rangking 16 (skor 53,87) setelah Argentina serta berada di atas Cina, Ethiopia, Amerika Serikat, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan India. Pada kategori ini, Indonesia mendapat skor tinggi pada ketersediaan sumberdaya air yang melimpah, rendahnya dampak lingkungan sektor pertanian pada lahan, keanekaragaman hayati lingkungan, produktivitas lahan, serta mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, dari aspek food loss and waste, Indonesia bertengger di peringkat 24 (skor 32,53) setelah Uni Emirat Arab dan berada di atas Arab Saudi. Pada aspek ini Indonesia termasuk dalam kategori sedang dalam upaya mengatasi masalah kehilangan makanan (food loss).

Selanjutnya aspek nutritional challeges, Indonesia masuk peringkat 18 (skor 56,79) setelah Brasil serta berada di atas Turki, Rusia, Mesir, Meksiko, Afrika Selatan, Nigeria, dan India. Pada kategori ini Indonesia dipandang mampu mengatasi masalah defisiensi micronutrient, prevalensi kelebihan gizi, kurang gizi, kelebihan gula, serta mampu membeli makanan segar.

Hasil FSI 2017 ini sangat menggembirakan karena Indonesia termasuk 25 negara besar, sebagai satu-satunya negara ASEAN yang disurvei serta hasilnya mengalahkan negara besar lainnya. Ini prestasi luar biasa di bidang pertanian pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sebelumnya Juni 2016 lembaga riset EIU juga merilis bahwa Indonesia peringkat 71 dari 133 negara dengan peningkatan terbesar di dunia dengan skor 2,7 pada Global Food Security Index (GFSI). Beledug Bantolo