Beranda Imperium Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) – Garda Terdepan Perjuangan Nelayan

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) – Garda Terdepan Perjuangan Nelayan

424
BERBAGI
Foto : Bimo

Agorfarm.co.id – Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau mencapai 17.506 pulau serta  panjang garis pantai lebih dari 95.000 km. Bisa dibayangkan betapa kayanya alam Indonesia. Namun, didalam pengelolaannya belum ditangani dengan baik dan professional. Sehingga, sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup memprihatinkan termasuk masyarakat nelayan Indonesia.

Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Dr. H. Yussuf Solichien, MBA, M.Si,Ph.D, mengatakan  bahwa sejak kemerdekaan Indonesia hingga saat ini, taraf hidup dan kesejahteraan nelayan Indonesia masih terjerat kemiskinan kultural maupun struktural.  “Ini menjadi tantangan bagi semua stakeholder untuk bersama memperhatikan pembangunan Kelautan Perikanan, sehingga nelayan lebih bermartabat dan sejahtera,” ujar Yussuf kepada AgroFarm.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) merupakan organisasi masyarakat berbasis nelayan yang telah diformalkan oleh pemerintah. HNSI bersifat profesi, non politik dan independen yang menganggap bahwa seluruh nelayan adalah anggota HNSI. Eksistensi organisasi HNSI lebih difokuskan pada pembinaan dan pemberdayaan serta menyuarakan nasib nelayan, seperti dalam hal subsidi BBM, pemberian kredit pemerintah, bantuan dana bergulir, dan lain-lain. HNSI fokus dalam hal provokasi dan advokasi nelayan. “Dalam hal ini, HNSI  memprovokasi pemerintah dan lembaga non-pemerintah untuk peduli terhadap nelayan. Anggaran pemerintah yang menyangkut pemberdayaan nelayan, kita awasi betul sampai atau tidak kepada sasaran.  HNSI bertindak sebagai control sosial,” ungkap Yussuf.

41 tahun lalu, tepatnya 21 Mei 1973 HNSI resmi didirikan langsung oleh Presiden RI saat itu, Soeharto. Pada jaman Orde Lama, Yussuf menjelaskan bahwa nelayan adalah salah satu Soko Guru Revolusi. Anggapan yang relevan selama Indonesia tetap menjadi negara maritim. Pergantian pemerintahan Orde Baru, mentransformasikan nelayan sebagai Soko Guru Pembangunan. “Sebagai negara maritim, nelayan adalah pilar negara. Sebagai agraris, petani pilarnya. Kalau pilar ini lemah, maka negara lemah. Maka Soeharto, Presiden RI saat itu menginginkan dua pilar ini harus kuat,” jelas Yussuf.

HNSI dibentuk sebagai wadah perjuangan nelayan. Seiring dengan kondisi sosial politik Indonesia saat itu, HNSI sempat menjadi motor politik Orde Baru, namun dengan bergulirnya Era Reformasi di Indonesia HNSI otomatis menjadi  organisasi bersifat profesi, non politik dan independen. HSNI memiliki jaringan yang sangat kuat, infrastruktur yang dimilikinya  kokoh mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Kini, HNSI memiliki 33 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) tingkat provinsi, 359 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) tingkat Kabupaten/Kota serta tidak kurang dari 16,2 juta anggota yang berada di sentra-sentra nelayan seluruh Indonesia.

Yussuf menjelaskan, sebagai wadah perjuangan nelayan seluruh Indonesia, HNSI memiliki visi berjuang untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan Indonesia. Sedangkan, Misi HNSI, antara lain mengusahakan terlaksananya modernisasi usaha perikanan, memberikan pembinaan bagi masyarakat nelayan dalam bidang penangkapan, budidaya, pengolahan, pemasaran, kegiatan usaha lain yang terkait, serta mendorong peran koperasi. “Kita berjuang agar nelayan sejahtera dengan bekerjasama dengan pemerintah. Dalam hal ini kementerian kementerian yang terkait dengan kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Misi lain HNSI, yakni mengusahakan terpenuhinya syarat pendukung peningkatan taraf hidup nelayan. Seperti sarana-prasarana usaha perikanan, modal usaha, perumahan, kesehatan, pendidikan serta lingkungan hidup yang layak bagi nelayan dan keluarganya. Peningkatan partisipasi nelayan guna percepatan pencapaian tujuan pembangunan nasional. Serta memperjuangkan peraturan perundang-undangan yang memberikan jaminan dan perlindungan hukum bagi kepentingan nelayan Indonesia. “Kami bertekad untuk teruskan perjuangkan nasib nelayan Indonesia agar lebih bermartabat dan sejahtera,” janji Mayor Jenderal TNI Marinir (purn) Yussuf Solichien. (Puspa Ayu Rahmadyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here