Beranda Perkebunan Hari Lada Sedunia : Momentum Bangkitnya Kejayaan Lada Indonesia

Hari Lada Sedunia : Momentum Bangkitnya Kejayaan Lada Indonesia

61
BERBAGI
Lada/ist

Agrofarm.co.id- Indonesia dan negara-negara anggota yang tergabung dalam International Pepper Community memperingati Hari Lada – Pepper Day 2017. Peringatan Hari Lada 2017 ini menjadi momentum yang tepat bagi bangkitnya kejayaan lada Indonesia.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Edward saat membuka resmi acara Hari Lada 2017 di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (5/10/2017).

Hari Lada dirancang oleh negara produsen lada internasional yang tergabung dalam International Pepper Community sejak 2012 dan diperingati di masing-masing negara anggota tiap tahun. Dalam sambutannya, Dody mengatakan Peringatan Hari Lada merupakan bentuk dukungan Pemerintah Indonesia terhadap program pengembangan sektor lada.

“Sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia, Pemerintah Indonesia berkepentingan mendorong pertumbuhan sektor lada karena dapat menunjang kehidupan yang layak bagi petani dan penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Peluncuran program Hari Lada, lanjut Dody, dimaksudkan sebagai kegiatan promosi untuk meningkatkan konsumsi lada domestik guna menyerap suplai lada. Dalam sejarah Indonesia, lada merupakan komoditas yang memegang peranan penting.

Sejak akhir abad ke-16, Indonesia merupakan pemasok utama dalam perdagangan lada dunia. Hingga saat ini, lada masih menjadi salah satu jenis rempah yang memberikan kontribusi utama dalam penerimaan devisa negara. Berdasarkan data BPS, pada kurun waktu 2012-2016, lada menyumbang nilai ekspor lebih dari USD 400 juta dengan rata-rata volume perdagangan mencapai 54 ribu ton.

Sebagai negara dengan luas area perkebunan lada terbesar di dunia, Indonesia perlu menggiatkan pengembangan lada agar kembali menjadi pemain utama di level internasional. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini yaitu rendahnya harga lada di tingkat petani.

“Fluktuasi harga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan suplai dan permintaan. Selain untuk mempromosikan lada dan produk lada, Pepper Day juga digalakkan untuk meningkatkan permintaan lada, khususnya secara nasional,” jelas Dody dalam keterangan resminya.

Mutu lada Indonesia dikenal sebagai yang terbaik dibandingkan negara produsen lainnya. Keunggulan ini patut dipromosikan di dalam dan luar negeri, serta dipertahankan melalui teknik penanaman dan pengolahan lada yang sesuai praktik pertanian yang baik. Tidak hanya itu, langkah strategis ini juga perlu diperkuat dengan inovasi dan pemasaran di sektor hulu dan hilir.

Inovasi dan strategi kebijakan yang tepat dan implementatif merupakan solusi dalam mengembangkan sektor lada di Indonesia. Inovasi yang didukung dengan strategi kebijakan yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah diyakini dapat mengembalikan kejayaan lada Indonesia di tingkat nasional dan dunia. Inilah yang diusung menjadi tema Pepper Day 2017: Inovasi dan Strategi Kebijakan untuk Peningkatan Daya Saing Lada Indonesia.

Acara Hari Lada diisi dengan lokakarya nasional yang menampilkan panelis dari sektor pemerintah, pelaku usaha, serta petani. Ada pula demo memasak dan meracik minuman berbahan dasar lada oleh juru masak Desi, asal Bangka pemenang Masterchef Indonesia, dan demo pemanfaatan limbah lada. Hari Lada 2017 juga dimeriahkan dengan pameran produk lada dan turunannya, serta produk unggulan daerah. Diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here